Sifilis Bawaan Membahayakan Bayi

Senin, 03 April 2023 - Ikhsan Aryo Digdo

SEBAGAI orang tua pastinya kamu mengharapkan bayi yang sehat secara fisik maupun mental. Ini diupayakan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat-zat baik bagi tubuh dan air putih yang cukup.

Namun, mengonsumsi makanan baik saja tidak cukup. Banyak dari ibu hamil tidak mengenali bahayanya penyakit kelamin sifilis yang berisiko terhadap bayi. Sifilis merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita, tetapi keberadaannya sering kali diabaikan.

Baca Juga:

10 Kalimat yang Patut Orangtua Ucapkan pada Anak

Menurut data laporan tahunan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit menular seksual sifilis melonjak 15 persen antara 2019-2020 pada bayi. Angka ini meningkat 235 persen sejak 2016. Mengutip People, pada 2020 terdapat 2.148 kasus sifilis kongenital, meningkat 15 persen sejak 2019.

(Foto: Unsplash/Jill sauve)

CNN juga melaporkan bahwa banyak negara bagian di Amerika Serikat mengalami peningkatan kasus bayi yang lahir dengan sifilis, infeksi bakteri menular seksual yang dapat diturunkan di dalam rahim orang hamil tidak diobati.

Mengutip sheknows, sifilis kongenital atau turunan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada bayi baru lahir, di antaranya termasuk kerusakan tulang, pendengaran, hingga penglihatan. Maka dari itu, penting bagi ibu hamil untuk bersikap proaktif.

Baca Juga:

Akun Jagoan Parenting di Instagram Bantu Ibu Belajar Merawat Anak

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan skrining sampel darah. CDC merekomendasikan untuk melakukan tes tiga kali selama kehamilan, sekali selama trimester pertama, sekali lagi selama trimester ketiga, dan ketiga kalinya segera setelah melahirkan.

(Foto: Unsplash/Picsea)

Jika sifilis terdeteksi, kamu akan diberikan resep antibiotik yang bisa membunuh bakteri berbahaya. Dengan demikian, kamu dapat mencegah bayi terlahir dengan infeksi.

Faktanya, mengobati sifilis setidaknya 30 hari sebelum melahirkan mengurangi kemungkinan bayimu tertular hingga 98 persen. Jika ingin pencegahan yang lebih baik lagi, biasakan menggunakan kondom saat berhubungan seksual agar tidak tertular PMS. (kmp)

Baca Juga:

Kendalikan Anak saat Bermain Ponsel



*

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan