MerahPutih.com - Prancis mengambil langkah strategis dengan menyatakan siap memimpin koalisi internasional bersama Inggris untuk memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Kesepakatan kedua negara Eropa itu muncul seiring proposal Amerika Serikat kepada Iran untuk mengakhiri konflik yang telah memicu blokade de facto jalur vital energi dunia.
Baca juga:
Iran Terapkan Aturan Baru Transit Kapal di Selat Hormuz, Semua Instruksi Lewat Email!
Sinyal Kekuatan Maritim Eropa di Selat Hormuz
Istana Kepresidenan Elysee di Paris menyebutkan pengerahan kelompok kapal induk penyerang Prancis, yang dipimpin Charles de Gaulle, menjadi bukti kesiapan negara itu menjaga stabilitas kawasan.
“Kami dapat menawarkan kepada Iran soal kemampuan untuk kembali melintasi Selat Hormuz. Kami dapat mengizinkan tanker mereka melewati Selat Hormuz, dengan satu syarat, Iran harus setuju untuk memulai perundingan substantif yang diminta AS,” kata penasihat presiden Prancis, dikutip Antara dari Le Figaro, Kamis (7/5).
Prancis menegaskan tidak hanya siap memimpin koalisi, tetapi juga mampu mengamankan jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz.
Kementerian Pertahanan Prancis sebelumnya mengumumkan kapal induk Charles de Gaulle telah bergerak menuju Laut Merah dan Teluk Aden, sebagai bagian dari misi bersama dengan Inggris untuk mengatur pengamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca juga:
Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia
AS-Iran Negosiasi 14 Poin
Sebelumnya, Gedung Putih merilis pernyataan AS dan Iran akan segera menandatangani nota kesepahaman berisi 14 poin sebagai tahap awal negosiasi dalam waktu dekat ini.
Ketegangan di sekitar Iran dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan perlambatan arus kapal di Selat Hormuz. Jalur ini menyalurkan sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.
Blokade de facto yang dilakukan kedua negara yang terlibat konflik itu telah mendorong kenaikan harga bahan bakar global, menambah tekanan pada perekonomian internasional. (*)