Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Satgas Beberkan Empat Strategi Redam Penyebaran COVID-19 Varian Baru

Andika Pratama - Rabu, 02 Juni 2021

MerahPutih.com - Mutasi varian baru COVID-19 di Tanah Air seolah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Sebab, selain penyebarannya yang disebut lebih cepat, dideteksinya pun lebih sulit.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut penanganan tidak bisa hanya mengandalkan satu upaya saja.

Baca Juga

Penanganan Pandemi COVID-19 Butuh Sila Kedua Pancasila

Wiku menyebutkan, ada empat upaya yang telah ditetapkan untuk mengatasi varian baru COVID-19 yang menjadi perhatian atau Variant of Concern (VoC) yakni B117 asal Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, B11281 atau P1 dari Brasil dan Jepang, dan B1617 dari India dapat menurunkan efikasi vaksin.

Keempat upaya tersebut, pertama, mengefektifkan testing dan karantina pelaku perjalanan internasional demi menekan bertambahnya varian yang masuk.

Karena saat ini sudah terdeteksi berdasarkan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) ada 4 VoC dari 8 total varian akibat mutasi COVID-19 ditetapkan WHO.

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada penghuni rusun di Rusun Penjaringan Sari, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/5/2021). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.)
Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada penghuni rusun di Rusun Penjaringan Sari, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/5/2021). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.)

Kedua, menggiatkan WGS secara komplet untuk mengetahui distribusi secara tepat untuk dapat menjadi dasar kebijakan pengendalian yang spesifik sesuai risiko per daerah.

Ketiga, penegakan protokol kesehatan (prokes) di semua sektor dan lini kegiatan demi menurunkan peluang kemunculan varian baru atau gabungan dengan kasus yang ada di Indonesia. Sebab, pada prinsipnya mutasi akan menjadi lebih massif saat penularan di masyarakat juga tinggi.

Keempat, melanjutkan vaksinasi karena pada prinsipnya vaksin yang digunakan sampai saat ini masih tergolong efektif baik untuk mencegah penyakit atau menghindari gejala parah pada kasus positif.

"Kita perlu menanamkan keyakinan dan kemampuan bangsa untuk sukses mengendalikan COVID-19,” ucap Wiku kepada wartawan yang dikutip, Rabu (2/6).

Menurut Wiku, beberapa penelitian yang dilakukan ada varian baru Corona membuktikan adanya pengaruh terhadap efikasi vaksin yang ada saat ini. Meski demikian, tidak berarti vaksin kehilangan manfaatnya sama sekali.

Perubahan efikasi bisa terjadi karena vaksin yang ada saat ini dikembangkan dengan varian asli yang terdeteksi di Wuhan pada awal pandemi.

"Bahkan beberapa di antaranya masih memiliki efikasi di atas 90 persen," lanjutnya.

Wiku juga menekankan, pengaruh munculnya varian baru virus Corona terhadap efikasi vaksin masih bersifat sementara. Studi lanjutan bisa memunculkan temuan baru di kemudian hari. (Knu)

Baca Juga

Ridwan Kamil Sebut 3 Kabupaten Rendah Cakupan Vaksinasi COVID-19

Baca Artikel Asli