Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem

Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026

MerahPutih.com - Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan ada belasan hingga puluhan politisi yang siap merapat, termasuk dari Partai NasDem. Mereka akan bergabung PSI karena ketokohan Presiden ke-7 Jokowi.

Dia menegaskan perpindahan kader merupakan hal lumrah dalam dunia politik. Namun, dalam konteks saat ini, ia menilai ada faktor kuat yang mendorong terjadinya gelombang migrasi politik tersebut, yakni figur Jokowi yang disebut sebagai patron PSI.

“Ada sekitar 15 sampai 20 anggota DPR aktif yang sedang dalam proses atau menyatakan keinginan bergabung ke PSI,” kata dia.

Perpindahan itu, kata dia, tidak hanya berasal dari satu partai. Meski mengakui ada sejumlah nama dari NasDem, ia menegaskan bahwa gelombang tersebut datang dari berbagai latar belakang partai politik.

“Tidak hanya dari NasDem. Ada dari berbagai partai. Tapi saya tidak bisa sebutkan satu per satu hari ini,” katanya.

Baca juga:

Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif

Ia juga menyinggung adanya kader yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung dengan PSI. Salah satu yang disorot adalah sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

“Itu pilihan politik. Ada yang bahkan meninggalkan posisi penting. Tapi bagi mereka, ini bagian dari langkah ke depan,” paparnya.

Bestari menambahkan perpindahan tersebut bukan hasil pendekatan atau rekrutmen aktif dari PSI. Ia menyebut para politisi datang dengan kesadaran sendiri, melihat peluang politik dan arah dukungan publik.

Menurutnya, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi masih menjadi magnet besar dalam peta politik nasional. Hal ini, kata dia, secara tidak langsung berdampak pada meningkatnya minat politisi untuk bergabung dengan PSI.

“Tidak ada istilah diajak-ajak. Mereka datang sendiri. Mereka melihat bahwa ada figur yang dipercaya publik, kinerjanya dianggap baik, dan itu menjadi daya tarik,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Artikel Asli