Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Nyaris 15000 per Dolar AS, Politikus Gerindra: Jangan Panik

Eddy Flo - Rabu, 05 September 2018

MerahPutih.Com - Pada awal pekan ini rupiah mengalami pelemahan yang luar biasa signifikan. Hampir tiap hari setiap kali pembukaan dan penutupan transaksi, rupiah terus merosot. Bahkan anjloknya nilai tukar rupiah nyaris mendekati Rp15.000 per dolar AS.

Menghadapi kondisi depresiasi rupiah yang tergerus keperkasaan dolar AS, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria meminta masyarakat tenang dan tidak usah panik.

"Masyarakat tetap tenang dan tidak usah panik karena pemerintah akan berupaya mengatasinya, dan membuat terobosan-terobosan mengatasi masalah ini karena kalau dolar naik terus, akan berdampak pada utang kita dan lainnya," kata Riza Patria di Jakarta, Selasa (4/9) kemarin.

Ia mengatakan pemerintah juga perlu segera mengambil kebijakan. Belanja negara baik APBN dan APBD juga diminta tepat sasaran.

Kurs rupiah terhadap dolar AS
Seorang petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Pusat BNI Jakarta (Foto Antara/Wahyu Putro A)

Sejumlah proyek infrastruktur yang banyak mengandung bahan impor dan dinilai tidak signifikan, perlu segera dikoreksi.

Menurut Riza Patria, dengan nilai rupiah yang terus merosot hingga Rp15.000 per dolar AS, maka hal itu telah jauh dari asumsi APBN 2018 sebesar Rp13.500 per dolar AS.

Selisih Rp1.500 selain berdampak pada utang juga perlu diwaspadai dampaknya terhadap inflasi.

Sebagaimana dilansir Antara, saat ini nilai tukar dolar AS terus menguat terhadap rupiah hingga mendekati Rp15.000 per dolar AS.

Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada Selasa mencapai Rp14.840 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya Rp14.767 per dolar AS.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Bakal Dilantik Besok, Ridwan Kamil Sampaikan Permintaan Maaf kepada Warga Bandung

Baca Artikel Asli