MerahPutih.Com - Masa bakti Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung akan segera berakhir seiring dengan pelantikannya sebagai Gubernur Jawa Barat yang akan berlangsung Rabu (5/9) di Istana Negara, Jakarta.
Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan aparatur sipil negara (ASN) Kota Bandung karena tak sempat berpamitan.
"Pesan di akhir jabatan ini saya minta maaf lahir batin kepada Warga Bandung khususnya, jika selama lima tahun tentulah saya ada kekurangan ada kekhilafan tapi percayalah saya lima tahun bekerja keras siang malam membela Kota Bandung," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (4/9).
Menurut Emil, kabar pelantikan yang maju menjadi Rabu besok sangat mendadak. Padahal informasi sebelumnya pelantikan gubernur Jabar akan dilakukan pada 27 September.
Meski tak bisa berpamitan, namun kata dia, torehan 345 penghargaan menjadi catatan sejarah yang harus dibanggakan terutama bagi warga Bandung. Pasalnya, torehan itu merupakan hasil kolaborasi pemerintah dengan warga.
"345 penghargaan adalah saksi sejarah bagaimana saya mengubah 345 hal yang dulu lambat atau lelet atau kurang baik menjadi luar biasa, meski kekurangan masih ada," kata Kang Emil sebagaimana dilansir Antara.
Emil pun meyakinkan warga Bandung untuk tidak khawatir ditinggalkan, pasalnya ia tetap akan memperhatikan dengan cara berbeda.
"Masalah banjir dan transportasi akan dibantu saat menjadi gubernur," kata dia.
Terkait dengan keberatan tim kuasa hukum Pasangan Asyik yang menyatakan ada pelanggaran administrasi berupa keterlambatan pengembalian dana kampanye ilegal, Ridwan Kamil menegaskan bahwa proses administrasi terkait dengan pelaporan dana kampanye sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Menurut Kang Emil, upaya yang dilakukan tim kuasa hukum Asyik berlebihan. Sebab, ia menilai pasangan Asyik terkesan ingin memperpanjang rivalitas mereka saat Pilgub Jabar.
"Saya imbau kepada Tim Asyik, ini teh masih mau manjang begitu? Saya sudah legowo memberikan ruang-ruang kolaborasi. Kalau masih bawa-bawa aspek hukum tidak mengakui, silakan saja. Rakyat yang menilai, "tandas Ridwan Kamil.(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: PKS Sayangkan Intimidasi Hingga Batalnya Pengajian Ustaz Abdul Somad

