MerahPutih.com - Masyarakat yang menantikan pembukaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2026 diminta untuk lebih waspada.
Pasalnya, hingga saat ini pemerintah belum membuka pendaftaran seleksi CPNS 2026.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai poster maupun informasi yang mengatasnamakan pembukaan seleksi CPNS yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan.
Informasi palsu tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai modus penipuan, termasuk upaya pencurian data pribadi calon pelamar.
Baca juga:
Polres Klaten Tangkap Penipu Modus Rekrutmen CPNS, 2 Warga Rugi Rp 318,5 Juta
BKN Tegaskan Informasi CPNS 2026 Hanya Ada di Kanal Pemerintah
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara BKN, Wisudo Putro Nugroho menegaskan, bahwa seluruh informasi terkait seleksi CPNS 2026 disampaikan melalui kanal resmi pemerintah dan portal SSCASN.
Poster yang beredar juga menunjukkan sejumlah indikasi mencurigakan, mulai dari penggunaan tautan yang bukan domain resmi pemerintah hingga penggunaan narasi yang mendorong masyarakat untuk segera mengklik tautan tertentu.
ujar Wisudo
Jadi, masyarakat diminta tidak membuka tautan mencurigakan maupun memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak memiliki kejelasan identitas.
Sebagai informasi, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia mencapai sekitar 5,6 juta orang sepanjang 2025 dan masih berpotensi mengalami peningkatan.
Baca juga:
5 Tips Aman Mencari Kerja Online agar Terhindar dari Lowongan Palsu dan TPPO
Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 1,98 juta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 3,59 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Meski demikian, pemerintah hingga kini belum menetapkan jadwal resmi pembukaan seleksi CASN 2026.
Alasan Seleksi CPNS 2026 Belum Dibuka

Alasan seleksi CPNS 2026 belum dibuka. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa pemerintah belum membuka seleksi CPNS 2026:
1. Pemerintah Masih Memetakan Kebutuhan Formasi
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini mengatakan, pemerintah masih melakukan pemetaan kebutuhan pegawai di setiap kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.
Proses tersebut dilakukan agar formasi yang nantinya dibuka benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi dan mampu mendukung program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.
Lalu, pemerintah tidak hanya berfokus pada jumlah formasi yang tersedia, tetapi memastikan kebutuhan ASN sesuai dengan kompetensi yang diperlukan.
Baca juga:
Prabowo Terbitkan Perpres Baru, Tunjangan Kinerja TNI dan ASN Kemhan Naik
2. Menyesuaikan Kemampuan Anggaran Negara
Selain mempertimbangkan kebutuhan formasi, pemerintah juga masih menghitung kemampuan keuangan negara sebelum menetapkan jadwal seleksi CASN 2026.
Saat ini, Kementerian PANRB masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan ketersediaan anggaran dalam mendukung proses rekrutmen ASN.
Rini menegaskan, bahwa seleksi CPNS 2026 tetap menjadi program yang disiapkan pemerintah. Namun, terkait jadwal pelaksanaannya masih belum dapat dipastikan. (Tka)

