Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Melemah ke Rp 17.978 per Dolar AS pada Perdagangan 26 Juni 2026

Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026

MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (26/6).

Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang justru masih menunjukkan kecenderungan melemah setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang sesuai dengan perkiraan pasar.

Berdasarkan data Google pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp 17.978 per dolar AS.

Posisi tersebut melemah sebesar 45 poin atau sekitar 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.943 per dolar AS.

Baca juga:

BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam

Dolar AS Alami Tekanan Tipis di Pasar Global

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan pergerakan yang berbeda. Pada waktu yang sama, rupiah tercatat berada di level Rp 17.937 per dolar AS, atau menguat dibandingkan posisi pembukaan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 17.950 per dolar AS.

Perbedaan angka tersebut dipengaruhi oleh sumber data dan waktu pencatatan masing-masing platform.

Sementara di pasar global, dolar AS justru mengalami tekanan tipis setelah data inflasi yang menjadi perhatian utama pelaku pasar dirilis sesuai ekspektasi.

Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang lebih agresif dari Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve).

Baca juga:

Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah

Mengacu pada data Investing.com, indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, turun sekitar 0,2 persen ke level 101,43 pada perdagangan Kamis (25/6) waktu setempat.

Penurunan itu sekaligus menghentikan tren penguatan dolar yang telah berlangsung selama enam sesi perdagangan berturut-turut. (knu)

Baca Artikel Asli