Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)

Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Juni 2026

Merahputih.com - Saham-saham di Bursa Efek Indonesia mendadak berwarna merah membara pada perdagangan tengah pekan. Kepanikan melanda ruang-ruang siber para pemburu cuan seiring rontoknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Impian melihat indeks domestik terbang tinggi harus kandas seketika, berganti realita pahit berupa tekanan jual massal para pemodal global.

Baca juga:

IHSG Merosot 3%, Hampir 600 Saham Emiten BEI Berguguran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI pada Rabu (24/6) sore resmi menutup perdagangan dengan penurunan tajam.

Indeks acuan nasional ini merosot 217,45 poin atau 3,56 persen menuju level 5.883,88. Kejatuhan ini menyeret kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 jatuh 20,26 poin atau 3,39 persen ke posisi 578,17.

“Pelemahan rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS turut menekan market sentiment, memicu aksi profit taking,”

Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama.

Sentimen Global dan Ketidakpastian Fiskal

Elandry Pratama menjelaskan bahwa pelaku pasar global tengah menghindari aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury serta keperkasaan mata uang Negeri Paman Sam menjadi pemicu utama hengkangnya dana asing.

Dari dalam negeri, pelaku pasar modal rupanya masih meragukan efektivitas eksekusi program ekonomi bentukan pemerintah.

Bursa

Status Indonesia pada ulasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) belum mengalami perubahan positif, sehingga bursa domestik kehilangan daya dongkrak jangka pendek.

Kondisi pelik ini memaksa investor asing mengambil posisi wait and see sembari memantau stabilitas moneter nasional.

Data transaksi serta pergerakan pasar saham pada penutupan perdagangan sore ini:

Proyeksi Konsolidasi Pasar Saham

Fluktuasi tinggi diperkirakan masih membayangi pergerakan indeks saham domestik dalam beberapa waktu ke depan.

Pergerakan pasar kemungkinan besar berjalan mendatar (sideways) dengan kecenderungan melemah secara berhati-hati. Pelaku pasar dipastikan fokus mengamati realisasi kebijakan anggaran negara sepanjang semester II-2026.

Baca juga:

Rupiah Ngamuk Senin Pagi, Tendang Balik Dolar AS Sampai Keok ke Level 17 Ribuan

Kesempatan pembalikan arah menuju zona hijau tetap terbuka lebar asal stabilitas kurs rupiah dapat segera terwujud.

Di sisi lain, bursa saham regional Asia bergerak bervariasi sore ini. Indeks Nikkei Jepang melemah 0,88 persen, sementara indeks Shanghai China menguat 0,11 persen, bursa Kuala Lumpur Malaysia naik 0,13 persen, indeks Strait Times Singapura terapresiasi 0,20 persen.

Baca Artikel Asli