MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah pada Selasa (5/5) pagi tercatat melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp 17.405 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 17.394 per dolar AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan sejumlah langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan dinamika global.
Menurut Airlangga, langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kerja sama pertukaran mata uang antarnegara (swap currency) serta diversifikasi instrumen pembiayaan negara.
“Kita sudah mempersiapkan dengan Bank Indonesia terkait swap currency dengan China, Jepang, Korea, dan negara lain,” kata Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5).
Baca juga:
Ia menjelaskan, pemerintah juga menyiapkan strategi pembiayaan melalui penerbitan surat berharga dalam berbagai mata uang.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memperkuat likuiditas dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Ke depan kita juga akan terus mempersiapkan komposisi terkait dengan tingkat hutang yang kita bisa, surat berharga yang kita bisa terbitkan yang sifatnya seperti dari China, ataupun dari Yen (Jepang) itu untuk menjaga tekanan terhadap dolar AS,” ujarnya.