Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rupiah Bakal Terus Tertekan Jika Harga Minyak Dunia Naik

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026

MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp 17.813 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.804 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipicu meningkatnya harga minyak dunia.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menegaskan, pelemahan rupiah, masih dipengaruhi oleh faktor global kembali meningkatnya harga minyak dunia seiring ancaman Presiden Trump untuk menyerang Lebanon.

Selain itu, pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan menjadi perhatian pasar apakah pasar saham Indonesia akan di down grade atau tetap di emerging markets (EMs).

MSCI telah mengeluarkan laporan aksesibilitas pasar saham Indonesia yang masih masuk kategori EMs pada 18 Juni. Pada Selasa (23/6) malam waktu AS, MSCI akan mengeluarkan laporan annual market classification review yang menilai ekonomi Indonesia lebih dalam lagi, bukan hanya transparansi informasi, melainkan juga risiko politik dan ekonomi Tanah Air.

Baca juga:

Perdamaian Iran dan AS, Diyakini Kuatkan Rupiah

Ia mengatakan, selain itum rencana tata niaga ekspor komoditas strategis lewat satu pintu lembaga pemerintah, tata kelolanya dinilai sangat berisiko.

"Perangkat peraturan dan perundangan belum diperbarui. Contohnya saat ini yang berlaku untuk penanaman modal masih pada koridor undang-undang penanaman modal yang lama," katanya.

Baca Artikel Asli