Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Rumah Seharga Rp350 Juta Akan Terkendala Lahan

Luhung Sapto - Rabu, 29 Maret 2017

Riset Indonesia Property Watch (IPW) pada 2015 menyimpulkan ada dua faktor yang membuat masyarakat sulit membeli rumah, yakni uang muka dan cicilan.

Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda mengatakan tidak ada rumah tapak (landed house) baru di Jakarta seharga Rp350 juta. Pernyataan itu disampaikan Ali menanggapi program uang muka atau down payment (DP) 0 persen atau 0 rupiah dari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Pada dasarnya program ini dapat dilakukan, namun dalam kondisi saat ini sangat sulit karena semua kembali terkendala masalah ketersediaan lahan khususnya di DKI Jakarta," kata Ali saat dihubungi merahputih.com pada Rabu (29/3).

Karenanya, menurut Ali, program Anies-Sandi sebaiknya diarahkan ke rumah susun (Rusun). Namun, dengan harga rusun sekitar Rp350 juta pun, masih sangat sulit di DKI Jakarta untuk memeroleh tanah yang sesuai untuk dibangun dengan harga tersebut.

"Saat ini dengan Program Sejuta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), uang muka sudah boleh 1 persen. Bila menggunakan tanah pemda seperti yang diusulkan Anies-Sandi, maka bentuknya tidak dapat rusunami (rumah susun sederhana milik) tapi rusunawa (rumah susun sederhana sewa)," ujar Ali.

Ali menjelaskan, program tersebut sebaiknya dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak ketiga dengan skema build operate transfer (BOT) atau pemanfaatan tanah negara oleh swasta dengan mendirikan bangunan, kemudian bangunannya digunakan swasta dengan jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan, lalu dikembalikan ke negara.

"Maka statusnya sewa jangka panjang dan bukan milik," tuturnya

Menurut Ali, tanah-tanah pemerintah tidak dapat seenaknya "dijual", karenanya pembangunan rusun di atasnya hanya dapat dilakukan dengan sistem sewa, kecuali menjalankan kewajiban pengembang untuk membangun rusunami.

Sementara itu Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyatakan harga tanah maupun Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di Jakarta, telah melebihi harga Rp350 juta. Djarot menyebut, tidak ada lagi lahan maupun perumahan di Jakarta, yang tersedia dengan harga tersebut.

"Kalau memang ada, saya bertanya di mana lahannya? Di mana di Jakarta ini, yang harganya segitu? Kalau di Bogor, mungkin ada," katanya saat menemui warga di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Tapi, Djarot menambahkan, untuk harga Rp350 juta lebih memungkinkan untuk apartemen, atau hunian dengan konsep horizontal. Sementara itu, untuk rumah tapak, Djarot menilai tidak tersedia lagi di Jakarta.

"Saya rasa, tidak ada (harga rumah Rp350 juta) di Jakarta," ujarnya.

Terpisah, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan 3 Sandiaga Uno bersikukuh di Jakarta masih ada rumah dijual seharga Rp350 juta. Akan tetapi, Sandi merahasiakannya.

"Tidak bisa kami rilis, Pak Djarot. Mohon maaf, karena banyak sekali spekulan yang akan bermain tanah,” kata Sandi.

Sandi membeberkan, program DP 0 persen sudah melalui riset dan tim panel juga sudah dikerahkan untuk mewujudkan program ini. (Abi)

Baca Artikel Asli