MerahPutih.com - Kabut asap pekat kembali menyelimuti langit perbatasan Kalimantan–Sarawak imbas maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Indonesia telah resmi membuka ruang udara bagi pesawat Malaysia untuk melakukan penyemaian awan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca bersama di atas area Karhutla.
Baca juga:
Operasi Modifikasi Cuaca Terpadu Lintas Negara
Dikutip dari media Malaysia, Rabu (26/8), Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Arthur Joseph Kurup, memuji langkah Indonesia menjadi terobosan penting dalam penanganan bencana lintas batas yang selama ini ditangani secara terpisah oleh kedua negara.

Kabut asap akibat karhutla. (BNPB)
Pesawat militer dan lembaga penanggulangan bencana Malaysia kini diizinkan terbang di wilayah udara Indonesia, dengan fokus utama pada titik panas di perbatasan Kalimantan–Sarawak. Tujuannya untuk memicu hujan tepat di sumber kebakaran terbesar.
Ini akan dikoordinasikan dengan militer Indonesia,
Arthur Joseph Kurup, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia
Strategi Serangan Udara Gabung Malaysia-RI Penyemaian Awan
Menteri Malaysia itu menegaskan penyelarasan jadwal penerbangan serangan udara modifikasi cuaca bersama Indonesia sedang berlangsung secara ketat.
Menurut dia, Agensi Pengurusan Bencana Negara Malaysia (NADMA) bersama Jabatan Meteorologi Malaysia menyusun peta jalan penyemaian garam di awan.
Baca juga:
Modifikasi Cuaca Dilakukan 27-20 Agustus, Alasan Menhut Raja Juli Prioritaskan Jambi
Menteri Arthur menambahkan koordinasi ketat dengan personel TNI Indonesia dilakukan untuk menjamin keamanan setiap penerbangan.
Setiap misi dirancang berjalan aman dan efektif di atas area sasaran,
Arthur Joseph Kurup, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia
Malaysia Siapkan Bantuan Darat untuk Indonesia
Lebih jauh, Arthur menegaskan negaranya juga menyiapkan bantuan darat tambahan ke Indonesia jika situasi memburuk.
Menurutnya, permintaan spesifik bantuan dari Indonesia nantinya akan dibawa ke Kabinet Malaysia untuk tindak lanjut.
Malaysia juga siap memberikan bantuan kepada Indonesia dalam memadamkan kebakaran,
Arthur Joseph Kurup, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia.
(*)