Relawan Jokowi Usul Pemidanaan Gerakan #2019GantiPresiden

Senin, 27 Agustus 2018 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Pengamat politik yang juga relawan pro-Jokowi, Boni Hargens melihat reaksi penolakan terhadap gerakan tagar #2019gantipresiden merupakan bukti aksi ini sudah meresahkan masyarakat. Untuk itu, koordinator Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara-JP) pada 2014 lalu itu menuntut tindakan tegas dari aparat hukum.

Menurut Boni, sejumlah penolakan yang terjadi di beberapa daerah dinilainya adalah puncak akumulasi kegelisahan masyarakat dengan penyebaran tagar hingga ke fasiltas umum. Apalagi, lanjut dia, penyebaran tagar ini sudah merambah hingga ke kota suci Makkah saat pelaksanaan ibadah haji.

"Terakhir saya lihat orang marah di Makkah mereka balik hotel di pintu hotel ada spanduk tagar ganti presiden. Ini kan menggganggu aktivitas agama dan meresahkan masyarakat," kata Boni, di Jakarta, Senin (27/8).

Boni
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens. Foto: MP/Gomes Roberto

Boni sangat meyayangkan jika sarana umum atau tempat ibadah dijadikan lokasi untuk menyebarkan tagar yang bisa mengganggu kenyamanan publik apalagi sampai memancing permusuhan.

"Menurut saya harus ada penindakan hukum penyebaran permainan simbolik semacam ini. Secara politik sah saja tapi caranya meresahkan masyarakat kalau sampai di tanah suci dipasang dan masyarakat tidak setuju ini bisa memancing permusuhan," ujar pria yang pernah diangkat sebagai anggota dewan pengawas alias komisaris LKBN Antara di era Presiden Jokowi itu.

Sebelumnya, di sejumlah daerah tanah air terjadi penolakan deklarasi tagar2019 ganti presiden. Seperti di Pekan Baru Riau dan Surabaya Jawa Timur. (Fdi)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan