Relawan Ingin Jokowi dan Gibran Tak Melakukan Pengkhianatan kepada Siapapun
Ketua Umum DPP RKB, Wigit Bagus Prabowo. (MP/Ismail)
MerahPutih.com - Para relawan pendukung pasangan Capres-Cawapres, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang tergabung dalam Rumah Keluarga Bersama (RKB) Indonesia menilai bahwa pasangan Prabowo-Gibran merupakan bentuk rekonsiliasi episentrum politik nasional dari seluruh warna politik di Indonesia.
Ketua Umum DPP RKB, Wigit Bagus Prabowo, mengemukakan pasangan Prabowo-Gibran punya makna yang besar dalam proses kebersamaan dan keharmonisan antar sesama anak bangsa. Bahkan, pasangan ini menjadi simbol rekonsiliasi nasional.
Baca Juga:
Jokowi Apresiasi Perjuangan Timnas Indonesia U-17 Tahan Imbang Ekuador
“Kepemimpinan Presiden Joko Widodo ketika menarik pak Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, sehingga stabilitas nasional tetap terjaga dan pembangunan ekonomi berjalan lancar untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Wigit, Sabtu (11/11).
Dia juga tidak sependapat dengan adanya narasi-narasi yang dibangun untuk memojokkan Presiden Jokowi dan Gibran. Seperti istilah pengkhianatan, politik dinasti, Mahkamah Keluarga dan lainnya.
“Apa yang dilakukan oleh Gibran yang diberi mandat oleh sejumlah partai untuk menjadi Cawapres dari Prabowo, adalah sebuah proses politik biasa dan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia,” papar dia.
Baca Juga:
Dihadiri Jokowi, Pembukaan Piala Dunia U-17 2023 Berlangsung Meriah
RKB, lanjut dia juga mempertanyakan pihak-pihak yang membuat narasi-narasi pengkhianatan yang ditujukan kepada Jokowi.
“Apa yang dilakukan Pak Jokowi dan Mas Gibran bukanlah bentuk pengkhianatan kepada siapa pun. Itu bentuk kesetiaan kepada amanah rakyat yang secara approval rating kepuasan masyarakat kepada presiden Joko Widodo sangat tinggi di angka 80 persen lebih,” kata dia
Para relawan RKB pendukung Prabowo-Gibran, lanjut dia, meyakini bahwa pasangan ini bukanlah pasangan dinasti politik, karena dalam terminologi demokrasi, dinasti politik itu tidak ada, yang ada hanyalah keluarga politik.
“Di negara demokrasi yang sudah mapan seperti Amerika Serikat pun ada, antara lain seperti keluarga Kennedy, Keluarga Bush dan keluarga Clinton. Oleh karena itu pasangan Prabowo-Gibran bukanlah bentuk dinasti karena dinasti politik dipilih berdasarkan garis darah, bukan melalui proses demokrasi pemilihan umum langsung seperti di Indonesia,” tandas Wigit. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Kata Presiden Jokowi setelah Resmikan Kantor FIFA di Jakarta
Bagikan
Mula Akmal
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Teman KKN UGM Jadi Saksi di PN Solo, Jokowi Disebut Punya Nama Panggilan 'Jack'
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan