Relawan Gelar Wayang Wolak-Walik, Agar Pendukung Jokowi dan Prabowo Bisa Melebur

Minggu, 05 Mei 2019 - Thomas Kukuh

Merahputih.com – Data Situng KPU hingga Minggu (5/5) pukul 14.00 menunjukkan bahwa pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin (56,24 persen) masih unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (43,67 persen). Suara yang masuk itu sudah 66,9 persen. Berdasarkan data itu, relawan Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) menggelar tasyakuran dan doa atas keunggulan Jokowi-Maruf.

Tasyakuran dan doa bersama digelar di Lapangan Pancoran Buntu, Jakarta Selatan. Acara tersebut menampilkan kesenian ”Wayang Wolak-Walik” yang diciptakan oleh Dalang Jumali atau yang akrab disapa Lek Jum. Temanya “Bersatu Kembali Membangun Bangsa Bersama”.

Warga tampak antusias dengan tasyakuran tersebut. Mereka tumplek-blek di lokasi acara untuk melihat wayang sekaligus bercengkerama satu sama lain untuk melupakan segala jenis rivalitas politik yang terus panas beberapa bulan terakhir. ”Kami senang relawan bikin acara tasyakuran dan hiburan wayang seperti ini. Ada yang dulu panas karena beda pilihan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, sekarang melebur dan ngobrol akrab,” ujar Siti Aminah, warga Pancoran yang ikut hadir di acara tersebut.

Pertiwi
Para relawan Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) yang menggelar tasyakuran dan doa atas keunggulan Jokowi-Maruf.

Warga tampak khusyuk mengikuti tasyakuran dan doa bersama. Yang mereka panjatkan adalah permohonan agar Indonesia terus damai dan maju. Warga juga riang menyaksikan Wayang Wolak-Walik yang dibawakan Lek Jum, yang memang dikenal sebagai dalang dari bahan daur ulang sampah untuk wayangnya.

Sementara itu, Dara Wahid dari Pertiwi mengatakan, syukuran ini adalah wujud suka cita atas kemenangan Jokowi dan KH Maruf Amin berdasarkan hasil quick count dan real count sementara KPU. “Meski tasyakuran kemenangan Jokowi-Amin, acara terbuka bagi semuanya. Kami menjadikan ini pesta rakyat, berbaurnya para pendukung kedua kandidat. Kita semua sepakat, sudah enggak ada lagi 01 dan 02, yang ada cuma cinta kepada Indonesia,” ujarnya.

Pertiwi mengaku sengaja menggelar wayang agar masyarakat terhibur sekaligus teredukasi dengan pesan-pesan yang disampaikan sang dalang. “Kami memilih Wayang Wolak-Walik untuk memberi ruang berkesenian yang luas bagi para pelaku perwayangan. Apalagi, Wayang Wolak-Walik juga sarat akan terobosan dan kreativitas. Hal ini sekaligus menerjemahkan semangat Pak Jokowi untuk selalu menjadikan kebudayaan sebagai pilar dari perilaku politik dan bermasyarakat,” ujarnya. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan