MerahPutih Internasional- Regina Lee (26) pertama kali mendengar Ang Yong Hong (52), sekitar seminggu yang lalu ketika dia membaca berita Lianhe Wanbao tentang permohonannya untuk donor. Link berita ini telah diposting pada chat WhatsApp oleh seorang temannya.
Dokter mengatakan pada Ang bahwa ia hanya memiliki sedikit waktu yang tersisa sebelum bisa mendapatkan transplantasi hati. Penyakitnya menjadi sangat parah. Ia berkerja sebagai juru masak di sebuah rumah makan vegetarian dan berkerja sebagai supir taksi untuk mendukung kelangsungan hidup keluarganya.
Berita dari Lianhe Wanbao ini adalah permohonanya untuk mendapatkan donasi dengan mereka yang memiliki golongan darah B atau O.
“Golongan darah saya B dan usia saya juga tepat untuk menyumbangkan organ. Ini pasti takdir.” kata wanita yang berprofesi sebagai dosen keperawatan tersebut. “Saya langsung memutuskan untuk bisa menyelamatkan Pak Ang, jika aku bisa.”
Pasalnya Lee sangat ingin membantu karena sangat memahami rasanya kehilangan orang yang ia cintai.
Ketika ia berusia 19 tahun, ia melihat seroang anak berusia 8 tahun meninggal karena kecelakaan di bus sekolah. Lee yang saat itu sedang magang keperawatan di rumah sakit tersebut masih sangat ingat bagaimana orangtua dari anak itu berteriak karena tidak rela.
“Aku masih sangat ingat teriakan orangtuanya di rumah sakit. Sangat mengerikan.” katanya seperti yang dilansir dari asiaone.com.
Menurutnya, kematian mengingatkan kepada berharganya sebuah kehidupan. Ini juga membuatnya teringat kepada ibunya yang menderita kanker tulang.
“Ibu mengalami kanker tulang saat saya berusia dua tahun. Saya bersyukur penyakitnya sudah tidak kambuh lagi. Tapi saya menyadari bahwa peluang untuk kehilangan anggota keluarga masih ada.” tambahnya.