MerahPutih.com - Populasi Gajah Sumatera yang berstatus termasuk satwa dilindungi di Indonesia terus kian menyusut di habitat aslinya.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan dari semula terdapat 44 kantong habitat gajah di Sumatra, kini jumlahnya terus berkurang.
"Dulu ada 44 kantong gajah di Sumatra. Minggu pertama saya bekerja sebagai menteri kehutanan, tercatat tinggal 12 kantong gajah, dan satu bulan kemudian tinggal 11,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, kepada media di Pekanbaru, Kamis (5/3).
Baca juga:
Misteri 9 Gajah Sumatra Mati di Riau Terjawab, Korban Sindikat Pemburu Liar Skala Nasional
Inpres Penyelamatan Populasi Gajah Sumatra
Raja Juli menambahkan sebagai langkah penanganan kementeriannya tengah mempersiapkan Instruksi Presiden (inpres) untuk penyelamatan populasi Gajah Sumatra, sebagai upaya menghubungkan kembali kantong-kantong habitat yang terpisah.
“Kami akan menghubungkan antar kantong gajah yang tersisa dan juga memperkuat konektivitas di dalam kantong habitat tersebut,” ujarnya, dikutip Antara.
Menurutnya, penyusutan kantong habitat tersebut banyak dipicu praktik ilegal di kawasan hutan yang menyebabkan habitat gajah terpecah dan terisolasi.
Baca juga:
Gajah Riau Kehilangan Kepala, Negara Diminta Jangan Baru Bangun Pas Satwa Sudah Jadi Bangkai
Populasi Anjlok Tinggal 1.200 Ekor
Menhut menegaskan populasi Gajah Sumatra saat ini berada dalam kondisi terancam punah dengan jumlah sekitar 1.200 ekor yang tersebar dari Aceh hingga Lampung.
Kondisi ini menempatkan satwa endemik Sumatra tersebut dalam kategori terancam punah (endangered) menurut daftar merah IUCN. Ancaman lain yang serius adalah perburuan liar untuk mengambil gading gajah.
“Kita perlu menyampaikan kepada masyarakat bahwa gajah ini masuk kategori endangered. Perburuan liar yang mencari gading harus terus diantisipasi,” tandas petinggi PSI itu. (*)