Merahputih.com - Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah Sumatra semakin mengancam keberlangsungan hidup gajah Sumatra yang berstatus sangat terancam punah.
Kelompok konservasi Indonesia, Geopix, menyebut ribuan titik api telah terdeteksi di kawasan yang menjadi habitat gajah Sumatra dalam beberapa bulan terakhir.
Baca juga:
Presiden Prabowo Perintahkan Pencabutan Izin Korporasi yang Terlibat Pembakaran Hutan
Berdasarkan laporan Geopix, lebih dari 4.500 titik api terpantau di 21 lokasi habitat gajah Sumatra sejak Juni hingga awal September.
Dalam periode yang sama, lebih dari 560.000 hektare lahan dilaporkan terbakar.
Habitat Gajah Sumatra Makin Terdesak
Geopix mencatat jumlah titik api di dalam habitat gajah melonjak tajam pada awal September. Lebih dari 2.800 titik api terdeteksi dalam satu pekan, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar 1.300 titik yang tercatat sepanjang Agustus.
Kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi salah satu spesies gajah paling langka di dunia. World Wildlife Fund (WWF) memperkirakan populasi gajah Sumatra yang masih hidup di alam liar hanya sekitar 2.400 hingga 2.800 ekor.
Baca juga:
Puluhan Orang Utan di Evakuasi Dari Area Karhutla di Kalimantan Barat, Dirawat YIARI
Annisa Rahmawati, aktivis senior satwa liar Geopix, mengatakan dampak kebakaran terhadap habitat gajah tahun ini sangat besar.
Secara ekologis, kebakaran menyebabkan hilangnya habitat, degradasi, dan fragmentasi, yang mengurangi sumber makanan dan air serta mengubah pola pergerakan gajah,
ujar Annisa dikutip dari AFP.
Asap dari kebakaran juga berpotensi meningkatkan stres fisiologis satwa. Berkurangnya sumber makanan dan air dikhawatirkan semakin melemahkan kemampuan gajah untuk bertahan hidup di alam liar.