Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan

Dwi AstariniDwi Astarini - 52 menit lalu
Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan

Sedikitnya 4 ekor hewan ternak kambing milik warga Lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, mati dimakan hewan buas, Rabu (21/10). (Dok.Polsek Tawangmangu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KEPALA Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah Sudadi buka suara atas laporan empat ekor kambing peliharaan warga Lereng Gunung Lawu yang mati dimakan hewan buas. Ia menjelaskan hasil pemeriksaan sementara belum cukup untuk memastikan jenis satwa yang menyebabkan kematian kambing tersebut.

“Kami meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa ternak diserang macan tutul atau satwa liar tertentu,” ujar Sudadi, Rabu (21/10).

BKSDA, kata dia, mengimbau peternak memperkuat kandang dan menambah penerangan di sekitar lokasi pemeliharaan ternak. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko satwa liar mendekati kandang maupun permukiman.

Selain menyelidiki dugaan serangan terhadap ternak di Tengklik, lanjut dia, BKSDA menyiapkan tim untuk mengantisipasi kemungkinan satwa liar turun ke permukiman akibat kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu.

Baca juga:

Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga



Sudadi mengatakan kebakaran tersebut dikhawatirkan memengaruhi habitat satwa. Namun, dampaknya terhadap pergerakan satwa liar belum dapat dipastikan dan masih memerlukan kajian lebih lanjut. “Kami sudah menyiapkan tim. Apabila nanti ada satwa yang turun dan memang perlu diamankan atau dievakuasi, akan kami tangani,” kata Sudadi.

Hingga Rabu, BKSDA mengaku belum menerima laporan mengenai satwa liar yang turun ke permukiman akibat kebakaran Gunung Lawu. Sejumlah satwa diketahui pernah terekam di kawasan tersebut, di antaranya macan tutul, landak, burung, dan monyet ekor panjang.


Ia mengatakan prnanganan terhadap satwa yang diduga menyerang ternak di Tengklik akan ditentukan berdasarkan hasil identifikasi dan kondisi di lapangan. Satwa liar yang masih berada di habitat alaminya tidak serta-merta harus dievakuasi.

“Dilihat dulu jenis satwanya dan kondisinya. Kalau memang perlu dievakuasi, akan dilakukan evakuasi. Namun, kalau tidak perlu, tentu tidak harus dievakuasi,” ucap dia

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada, menjaga keamanan kandang ternak, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi mengenai jenis satwa yang diduga muncul di pemukiman Tengklik.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga




#Kawasan Wisata Gunung Lawu #Kebakaran Hutan #BKSDA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan
Hasil pemeriksaan sementara belum cukup untuk memastikan jenis satwa yang menyebabkan kematian kambing tersebut.
Dwi Astarini - 52 menit lalu
Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan
Indonesia
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar belum padam. Api mengancam mata air warga, pemadaman udara terkendala angin, dan polisi diminta menyelidiki penyebabnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Hewan tersebut diduga mati diterkam hewan buas Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Indonesia
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta meter kubik selama kegiatan OMC.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
TNI-Polri, relawan, Perhutani, Basarnas, dan unsur terkait lainnya sejauh ini masih terus berupaya memadamkan titik api di kawasan Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar,  Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari
Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Selama 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain di Kalimantan, Papua, dan Sumatera
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Indonesia
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Para relawan PKB telah mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak karhutla, seperti masker dan perlengkapan pendukung evakuasi lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Indonesia
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Tiga jenazah korban karhutla Bromo yang meninggal dunia dievakuasi dievakuasi menuju RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, untuk dilakukan auptosi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Indonesia
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Mekanisme bantuan tersebut sudah dalam proses pembahasan di level teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Bagikan