MerahPutih.com - Berkaca dari kasus penularan COVID-19 yang tinggi di Benua Eropa, Satuan Tugas COVID-19 melihat, kebanyakan disebabkan oleh masyarakat yang belum tervaksinasi. Termasuk, penularan varian Omicron atau B 1.1.529 yang berawal dari Afrika Selatan.
WHO dan Indonesia percaya, vaksin tetap penting untuk mengurangi penyakit parah dan risiko kematian dan saat ini. Selain itu, efektivitas vaksin COVID-19 yang saat ini tersedia terhadap varian baru Omicron masih dalam tahap penelitian.
Baca Juga:
Jokowi Perintahkan Antisipasi dan Mitigasi Dini Hadapi Varian Omicron
"Untuk efektivitas vaksin, Badan Kesehatan Dunia (WHO) bekerja dengan banyak ilmuwan untuk memahami dampak varian ini pada vaksin COVID-19. Sejauh ini belum ada data yang konklusif," kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa bertajuk Apakah Vaksin COVID-19 Tetap Ampuh di 2022 di Jakarta, Senin (29/11).
Reisa menjelaskan, saat ini WHO bersama para pihak terkait sedang melakukan kajian lebih lanjut mengenai varian Omicron atau B 1.1.529 kaitannya dengan vaksinasi yang sedang digencarkan saat ini.
"Apabila varian baru itu dinyatakan lemah, maka vaksin yang tersedia kini masih sangat efektif dan berguna untuk mencegah terjadinya perburukan gejala akibat berbagai macam varian COVID-19," ujarnya.
Namun, lanjut ia, bila kajian dari varian Omicron menyatakan varian itu lebih kuat, maka pemerintah perlu mempertimbangkan pemberian vaksin booster kepada masyarakat maupun memperbarui segala macam vaksin yang ada.
Reisa mengatakan, vaksin yang ada saat ini akan lebih dikembangkan lagi oleh para ahli sehingga menjadi efektif sambil melihat terjadinya mutasi virus terkini.
"Ilmuwan di Oxford, Carina Joe dan Indra Rudiansyah juga sudah mengingatkan bahwa vaksin yang saat ini akan dikembangkan lagi agar jadi lebih efektif sambil melihat mutasi virus terkini. Kita tunggu hasil kajian lebih lanjut tentang Omicron ini,” kata dia.
Dari data, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan vaksinasi COVID-19 dengan dosis lengkap di Indonesia mencapai sebanyak 94.755.660 orang atau bertambah sebanyak 415.923 orang pada Senin.
Tercatat, sebanyak 138.908.862 warga di Indonesia mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19, atau penerima dosis pertama bertambah sebanyak 378.631 orang pada hari ini. Sementara hingga saat ini vaksinasi dengan dosis ketiga sudah mencapai 1.223.805 orang. Pemerintah menargetkan sebanyak 208.265.720 orang divaksinasi dengan vaksin COVID-19. (Asp)
Baca Juga:
Kemenkes Duga Omicron Berkaitan Dengan Infeksi HIV