Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Pusat Kebugaran Rawan Polusi

Dwi Astarini - Jumat, 24 Mei 2024

MERAHPUTIH.COM - KAMU bisa saja datang ke pusat kebugaran untuk membentuk tubuh sehat, tapi apakah kamu yakin tempat itu sehat? Bagaimana dengan kualita udara di tempat kebugaran yang tertutup.

Peneliti asal China baru-baru ini mendalami pertanyaan tersebut dalam sebuah studi kasus. Seperti dilansir ANTARA, penelitian yang dipimpin Sun Yele, seorang profesor dari Institut Fisika Atmosfer di bawah naungan Chinese Academy of Sciences/CAS, memeriksa komposisi dan konsentrasi polutan di sebuah pusat kebugaran yang berlokasi di rubanah.

Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology Letters memaparkan kualitas udara di area pusat kebugaran dalam ruangan. "Posisi pusat kebugaran yang dekat kantor menjadi lokasi yang ideal untuk investigasi kami. Selama rentang waktu 20 hari berturut-turut, kami menganalisis udara dengan cermat menggunakan spektrometer massa aerosol resolusi tinggi," kata Sun.

Studi itu mengungkapkan bahwa udara dalam ruangan di pusat kebugaran menunjukkan proporsi aerosol organik (OA) yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan area di luar ruangan. "Sekitar 50 persen materi partikulat yang terhirup di pusat kebugaran terdiri dari OA. Itu merupakan peningkatan yang signifikan dari sekitar 40 persen yang diamati di luar ruangan," kata Sun.

Baca juga:

Unik, Ini Konsep New Normal di Pusat Kebugaran Terkenal AS

Dua jenis OA berbeda diidentifikasi dalam udara di area pusat kebugaran. Jenis pertama ialah aerosol organik siloksan (SiOA). SiOA paling banyak terdeteksi di udara karena konsentrasinya yang sangat tinggi, mencakup 7 hingga 11 persen dari total OA yang ada. Sun mengaitkan keberadaan SiOA dengan pelumas polimer silikon yang digunakan dalam peralatan kebugaran selama berolahraga.

Selain itu, para peneliti juga mendeteksi asap rokok OA di pusat kebugaran. OA dari asap rokok mungkin masuk ke ruangan dari area lainnya yang berdekatan, seperti tempat parkir terdekat. Sementara itu, OA yang berasal dari aktivitas memasak di kantin terdekat juga ditemukan berkontribusi terhadap kualitas udara di area pusat kebugaran.

"Sistem ventilasi di pusat kebugaran mungkin secara tidak sengaja menarik polutan dari sumber eksternal. Meski mewakili satu kasus, studi ini menggarisbawahi kerawanan pusat kebugaran terhadap sumber emisi di sekitarnya," kata Sun.

Para peneliti meyakini bahwa memahami komposisi dan konsentrasi polutan di area pusat kebugaran sangat penting untuk mengevaluasi potensi risiko kesehatan yang terkait dengan latihan fisik. "Saat berolahraga, peningkatan laju pernapasan meningkatkan inhalasi partikel-partikel tersebut, yang berpotensi berdampak pada kesehatan kita," kata Sun menambahkan.

Studi tersebut menganjurkan penilaian komprehensif terhadap kualitas udara di berbagai fasilitas di pusat kebugaran, dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti keragaman peralatan, jumlah orang yang berada di pusat kebugaran, dan sistem ventilasi. Investigasi semacam itu sangat penting dalam merancang strategi efektif untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan dan memitigasi risiko kesehatan bagi mereka yang berolahraga di pusat kebugaran.

"Kami ingin memperluas penelitian kami dengan melakukan studi kasus di beberapa pusat kebugaran untuk memvalidasi universalitas partikel polusi yang diidentifikasi dalam studi ini," tutur Sun.

Dia juga menyatakan optimismenya terhadap peningkatan instrumen di masa depan dengan membayangkan pemantauan real-time secara daring terhadap komposisi molekul OA dalam ruangan dan senyawa organik yang mudah menguap guna meningkatkan wawasan mengenai dinamika kualitas udara.(*)

Baca juga:

Wangi Parfum Paling Tepat untuk Kamu Si Gym Rats

Baca Artikel Asli