Kesehatan

Pusat Kebugaran Rawan Polusi

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 24 Mei 2024
Pusat Kebugaran Rawan Polusi

Pusat kebugaran ternyata rawan polusi. (Foto: Unsplash/Bruce Mars)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KAMU bisa saja datang ke pusat kebugaran untuk membentuk tubuh sehat, tapi apakah kamu yakin tempat itu sehat? Bagaimana dengan kualita udara di tempat kebugaran yang tertutup.

Peneliti asal China baru-baru ini mendalami pertanyaan tersebut dalam sebuah studi kasus. Seperti dilansir ANTARA, penelitian yang dipimpin Sun Yele, seorang profesor dari Institut Fisika Atmosfer di bawah naungan Chinese Academy of Sciences/CAS, memeriksa komposisi dan konsentrasi polutan di sebuah pusat kebugaran yang berlokasi di rubanah.

Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology Letters memaparkan kualitas udara di area pusat kebugaran dalam ruangan. "Posisi pusat kebugaran yang dekat kantor menjadi lokasi yang ideal untuk investigasi kami. Selama rentang waktu 20 hari berturut-turut, kami menganalisis udara dengan cermat menggunakan spektrometer massa aerosol resolusi tinggi," kata Sun.

Studi itu mengungkapkan bahwa udara dalam ruangan di pusat kebugaran menunjukkan proporsi aerosol organik (OA) yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan area di luar ruangan. "Sekitar 50 persen materi partikulat yang terhirup di pusat kebugaran terdiri dari OA. Itu merupakan peningkatan yang signifikan dari sekitar 40 persen yang diamati di luar ruangan," kata Sun.

Baca juga:

Unik, Ini Konsep New Normal di Pusat Kebugaran Terkenal AS

Dua jenis OA berbeda diidentifikasi dalam udara di area pusat kebugaran. Jenis pertama ialah aerosol organik siloksan (SiOA). SiOA paling banyak terdeteksi di udara karena konsentrasinya yang sangat tinggi, mencakup 7 hingga 11 persen dari total OA yang ada. Sun mengaitkan keberadaan SiOA dengan pelumas polimer silikon yang digunakan dalam peralatan kebugaran selama berolahraga.

Selain itu, para peneliti juga mendeteksi asap rokok OA di pusat kebugaran. OA dari asap rokok mungkin masuk ke ruangan dari area lainnya yang berdekatan, seperti tempat parkir terdekat. Sementara itu, OA yang berasal dari aktivitas memasak di kantin terdekat juga ditemukan berkontribusi terhadap kualitas udara di area pusat kebugaran.

"Sistem ventilasi di pusat kebugaran mungkin secara tidak sengaja menarik polutan dari sumber eksternal. Meski mewakili satu kasus, studi ini menggarisbawahi kerawanan pusat kebugaran terhadap sumber emisi di sekitarnya," kata Sun.

Para peneliti meyakini bahwa memahami komposisi dan konsentrasi polutan di area pusat kebugaran sangat penting untuk mengevaluasi potensi risiko kesehatan yang terkait dengan latihan fisik. "Saat berolahraga, peningkatan laju pernapasan meningkatkan inhalasi partikel-partikel tersebut, yang berpotensi berdampak pada kesehatan kita," kata Sun menambahkan.

Studi tersebut menganjurkan penilaian komprehensif terhadap kualitas udara di berbagai fasilitas di pusat kebugaran, dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti keragaman peralatan, jumlah orang yang berada di pusat kebugaran, dan sistem ventilasi. Investigasi semacam itu sangat penting dalam merancang strategi efektif untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan dan memitigasi risiko kesehatan bagi mereka yang berolahraga di pusat kebugaran.

"Kami ingin memperluas penelitian kami dengan melakukan studi kasus di beberapa pusat kebugaran untuk memvalidasi universalitas partikel polusi yang diidentifikasi dalam studi ini," tutur Sun.

Dia juga menyatakan optimismenya terhadap peningkatan instrumen di masa depan dengan membayangkan pemantauan real-time secara daring terhadap komposisi molekul OA dalam ruangan dan senyawa organik yang mudah menguap guna meningkatkan wawasan mengenai dinamika kualitas udara.(*)

Baca juga:

Wangi Parfum Paling Tepat untuk Kamu Si Gym Rats

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan