MerahPutih.com - Dokter Tirta Mandira Hudhi atau Dokter Tirta meminta kepada pasien yang mempunyai gejala mengarah pada virus corona atau COVID-19 agar bersikap jujur pada tenaga medis saat memeriksakan diri. Hal tersebut sangat penting agar tidak ada lagi kasus 46 tenaga medis terpapar COVID-19 seperti yang terjadi di RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah.
"Tidak perlu takut dan menutup-nutupi apabila mereka memang diduga tertular COVID-19. Kejujuran itu paling penting," ujar Dokter Tirta usai menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) pada Pemkot Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/4).
Baca Juga:
Pandemi Corona, Ribuan Tenaga Kerja di Solo Terpaksa Dirumahkan
Dokter Tirta merupakan salah seorang influencer yang kini tengah aktif mengampanyekan pencegahan virus corona bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dia mengungkapkan, orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 paling berbahaya. Melihat hal tersebut, ia besama BNPB terjun ke daerah melakukan edukasi pada masyarakat.
"Solo termasuk daerah tujuan pemudik dari Jakarta. Kita datang ke Solo untuk menyerahkan bantuan APD dan melakukan sosialisasi. Kalau ada yang nongkrong kita datangi, tidak dibubarkan, lalu berikan sosialisasi," kata dia.
Dia pun mengimbau pemudik yang punya gejala mengarah COVID-19 segera memeriksakan diri ke dokter. Sosok tenaga medis, kata dia, merupakan garda terakhir dalam penanganan COVID-19. Sedangkan masyarakat adalah garda terdepan.
"Saya juga berpesan ketika ada pasien dan tenaga medis terpapar COVID-19, jangan dikucilkan karena itu akan menurunkan mental. Kalau tidak mampu memberikan apa-apa, cukup kasih suport saja," kata dia.
Baca Juga:
Dalam kesempatan tersebut, Dokter Tirta dan BNPB memberikan bantuan penangulangan COVID-19 berupa hazmat 400 buah, masker KN 95 250 buah, surgical mask 1.000 buah, nutrisi 30 box, dan masker kain 300 buah.
Wali Kota FX Hadi Rudyatmo mengatakan, bantuan yang diberikan Dokter Tirta dan BNPB ini setidaknya memberikan semangat bagi gugus depan penanggulangan COVID-19 di Solo. Bantuan ini akan didistribusikan pada rumah sakit yang membutuhkan.
"Bantuan APD terus mengalir dari masyarakat. Semua bantuan ini akan digunakan sebagai mana mestinya dalam menangani wabah corona di Solo," kata Rudy. (Ism)
Baca Juga: