MerahPutih.Com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar pemungutan suara ulang (PSU) di tiga TPS, Sabtu (27/4). Hasil PSU tiga TPS tersebut capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dibandingkan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Di TPS 12 Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, pasangan nomor 01 memperoleh 223 suara, sedangkan pasangan 02 Prabowo-Sandi mendapatkan 23 suara. Dari total 255 pemilih, 9 di antaranya tidak sah.
Keunggulan Jokowi di TPS 12 menurun dibandingkan saat pencoblosan 17 April lalu. Jokowi saat itu memperoleh 241 suara, sedangkan Prabowo 22 suara.
Jumlah partisipasi pemilih pun menurun. Saat itu terdapat 271 orang pemilih dengan 8 suara tidak sah. Sedangkan saat ini berkurang menjadi 255 orang pemilih.
Kemudian PSU di TPS 07 Desa Toriyo Kecamatan Bendosari Jokowi unggul 166 suara dibandingkan Prabowo yang memperoleh 65 suara. Dari 235 pemilih, ada 4 suara tidak sah.
Terakhir PSU di TPS 05 Karanganyar Kecamatan Weru, Jokowi unggul 155 suara dibandingkan Prabowo dengan 42 suara. Dari 199 pemilih, 2 suara di antaranya tidak sah.
Komisioner Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sukoharjo, Muladi Wibowo, membenarkan ada penurunan partisipasi pemilih dalam PSU kali ini.
"Secara umum pelaksanaan PSU di tiga TPS di Sukoharjo berjalan aman dan lancar. Kami masih terus mengawal hasil PSU ini dari PPS, PPK, dan KPU," kata Muladi.
Komisioner KPU Sukoharjo Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Suci Handayani, mengatakan rekapitulasi capres-cawapres sudah selesai. KPPS sat ini masih menyelesaikan rekapitulasi surat suara DPD, DPR dan DPD Provinsi Jateng.
"Kami menggelar PSU di tiga TPS karena terjadi kesalahan administratif. Kesalahan itu akibat KPPS membolehkan warga luar kota tanpa membawa formulir A5 menggunakan hak pilihnya di TPS pada taggal 17 April lalu," kata Suci.(*)
Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahhputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.