Profil Sari Yuliati, ‘Juru Bayar’ Partai Golkar yang Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir
Selasa, 27 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI. Politikus perempuan dari Partai Golkar ini menggantikan Adies Kadir, yang terpilih sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR RI.
Sari Yuliati lahir di Jakarta, 2 Juni 1976. Ia merupakan anggota DPR RI dua periode, yakni 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
Saat ini, Sari Yuliati menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI, serta Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Di parlemen, Sari Yuliati mewakili Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, serta Kota Mataram. Meski berasal dari daerah pemilihan di Nusa Tenggara Barat, Sari Yuliati diketahui besar dan menempuh pendidikan di Jakarta.
Baca juga:
Gantikan Adies Kadir, Sari Yuliati Ditetapkan Jadi Wakil Ketua DPR RI
Jejak Pendidikan dan Prestasi Akademik
Sari Yuliati memulai pendidikan dasarnya pada tahun 1982 di SDN 3 Pagi Duren Sawit, Jakarta. Setelah lulus pada 1988, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 27 Duren Sawit dan menyelesaikannya pada 1991.
Pada tahun yang sama, ia diterima di sekolah unggulan SMA Negeri 81 Lab School Rawamangun, Jakarta, dan lulus pada 1994 dengan prestasi akademik yang menonjol.
Kecerdasan dan capaian akademiknya membuat Sari Yuliati menonjol dibandingkan rekan-rekan sebayanya. Pada 1995, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti.
Sari berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu pada akhir 1999 dan diwisuda pada pertengahan 2000. Ia tercatat sebagai salah satu lulusan terbaik, dengan peringkat lima besar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di angkatannya.
Baca juga:
Pengucapan Sumpah Jabatan Sari Yuliati Sebagai Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir
Selain fokus akademik, Sari Yuliati juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia dikenal sebagai aktivis kampus yang vokal, terutama pada masa penting reformasi 1998.
Pada 2001, Sari melanjutkan pendidikan magister di Jurusan Teknik Sipil Universitas Indonesia (UI). Ia berhasil menyelesaikan program magister hanya dalam waktu 18 bulan atau tiga semester, dan pada awal 2003 resmi menyandang gelar Magister Teknik (M.T.).
Tak berhenti di situ, semangat belajarnya terus berlanjut. Pada 2020, Sari kembali menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia dan berhasil lulus pada 2025.
Saat ini, Sari Yuliati juga tengah melanjutkan pendidikan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung, sebagai bagian dari upayanya memperkuat kompetensi di bidang hukum dan legislasi. (Knu)