Merahputih.com - Badan Karantina Indonesia (Barantin) kini resmi berada di bawah kepemimpinan Abdul Kadir Karding. Politikus senior PKB ini baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Penunjukan mantan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) ini diharap memperkuat sektor biosekuriti nasional dan pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, serta tumbuhan di seluruh penjuru tanah air.
Baca juga:
Profil Hasan Nasbi: Pendiri Lembaga Survei yang Kini Kembali Masuk Kabinet Merah Putih
Rekam Jejak Panjang di Legislatif
Presiden melantik Karding guna mengisi posisi strategis sebagai Kepala Barantin. Sosok kelahiran Donggala ini membawa pengalaman panjang selama tiga periode di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sejak 2009 hingga 2024.
Selama masa baktinya di Senayan, ia aktif merumuskan berbagai kebijakan publik yang berdampak langsung pada masyarakat luas.
Pendidikan tinggi yang ia tempuh di Universitas Diponegoro (Undip), baik jenjang sarjana maupun magister, menjadi landasan intelektual kuat dalam mengemban tugas negara.
Setelah sempat menjabat sebagai Menteri P2MI pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Karding kini mendapatkan mandat baru untuk menjaga gerbang perdagangan komoditas Indonesia.
Baca juga:
Garda Terdepan Ketahanan Pangan
Barantin memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan kelancaran arus perdagangan.
Pengawasan ketat terhadap komoditas menjadi harga mati untuk mencegah masuknya hama dan penyakit berbahaya ke wilayah kedaulatan Indonesia.
Dengan jabatan baru ini, Karding diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi Barantin dalam mendukung ekspor-impor yang sehat serta melindungi kekayaan hayati nasional secara menyeluruh.