Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Presiden Prabowo Sebut Giant Sea Wall Sangat Vital Lindungi Warga dan Ekonomi

Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026

MERAHPUTIH.COM - PEMBANGUNAN giant sea wall atau tanggul laut di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa perlu dilakukan untuk menghadapi berbagai risiko di kawasan tersebut. Pembangunan giant sea wall merupakan proyek strategis yang penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi nasional.

Prabowo mengatakan kawasan Pantura Jawa memiliki konsentrasi industri dan aktivitas ekonomi yang tinggi.

"Sangat vital karena di Pantai Utara Jawa itu banyak sekali industri kita di situ. Jadi tanggul pantai, tanggul laut, breakwater," ujar Prabowo dalam program 'Presiden Prabowo Menjawab', Rabu (16/9).

Menurut Prabowo, giant sea wall yang direncanakan dibangun dari Tangerang ke Jawa Timur diproyeksikan memberi perlindungan bagi sekitar 50 juta penduduk. Infrastruktur tersebut juga ‘mengamankan’ 38 persen Produk Domestik Bruto (PDB) di dalam negeri.

"Pembangunan giant sea wall akan melindungi 50 juta rakyat kita dan juga mengamankan 38 persen PDB Indonesia," ucapnya.

Baca juga:

Sempat Optimistis Groundbreaking September 2025, Kini Pramono Belum Bisa Pastikan Nasib Giant Sea Wall Jakarta



Prabowo menjelaskan kawasan Pantura Jawa memiliki 70 kawasan industri dan lima kawasan ekonomi. Selain itu, wilayah tersebut juga menjadi bagian penting dari poros logistik nasional. Secara keseluruhan, proyek giant sea wall direncanakan memiliki panjang sekitar 575 kilometer. Pembangunannya akan dibagi ke dalam 15 segmen. Prabowo mengatakan proses pembangunan ditargetkan mulai dilakukan pada awal 2027.

"Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance (mendanai) juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan," ungkapnya.

Namun, Prabowo menekankan pembangunan giant sea wall merupakan proyek jangka panjang yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Durasi pembangunan juga akan berbeda di setiap wilayah.

"Program ini tidak cepat. Jakarta saja mungkin delapan tahun, kita perkirakan. Semarang mungkin lebih cepat," kata dia.

Prabowo memperkirakan keseluruhan pembangunan membutuhkan waktu hingga sekitar 20 tahun. Namun, apabila pelaksanaannya berjalan lebih cepat, pembangunan tersebut diperkirakan dapat rampung dalam waktu sekitar 10 hingga 15 tahun.(Asp)




Baca juga:

Prabowo Kenalkan DDMF, Siapkan Dana Kedaulatan untuk Giant Sea Wall hingga Mobil Nasional

Baca Artikel Asli