Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

LRT Jakarta Bakal Tembus Dukuh Atas, Pramono Gelontorkan Rp 2,1 Triliun untuk Ubah Wajah Ibu Kota

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melanjutkan pembangunan LRT Jakarta dari Stasiun Manggarai menuju Dukuh Atas. Proyek sepanjang sekitar 2 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada 2028.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Rabu (15/7), pemerintah daerah telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 2,1 triliun untuk melanjutkan proyek tersebut. Langkah ini dilakukan guna mempercepat integrasi transportasi massal di ibu kota tanpa terkendala pembebasan lahan.

Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) itu menambahkan, dukungan pendanaan telah mulai disiapkan melalui APBD 2026 dengan alokasi sekitar Rp 611 miliar.

Pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas selesai di tahun 2028, dengan anggaran Rp 2,1 triliun dan sudah dianggarkan di APBD sekarang kurang lebih Rp 611 miliar,

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Terhubung dengan MRT, KRL, hingga Kereta Bandara

Pramono menargetkan pembangunan LRT Jakarta fase lintas Manggarai–Dukuh Atas selesai pada 2028. Kehadiran jalur tersebut akan menghubungkan jaringan LRT Jakarta dengan berbagai moda transportasi utama di pusat kota, seperti LRT Jabodetabek, Transjakarta, MRT Jakarta, Mikrotrans, KRL Commuter Line, hingga Kereta Bandara.

Menurutnya, proyek ini merupakan investasi jangka panjang yang akan mengubah sistem transportasi perkotaan di Jakarta.

Saat ini, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B dari Rawamangun menuju Manggarai telah mencapai sekitar 95 persen dan ditargetkan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026.

Jalur LRT Jakarta Capai 12,2 Kilometer

Pramono menjelaskan, setelah Fase 1B mulai beroperasi, jalur LRT Jakarta akan membentang sepanjang 12,2 kilometer dari Kelapa Gading hingga Manggarai dengan total 11 stasiun. Pembangunan jaringan tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp 11,5 triliun.

Ia menilai penyambungan jalur hingga Dukuh Atas menjadi langkah strategis karena akan memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan pusat Jakarta. Penumpang nantinya dapat berpindah dengan lebih mudah menuju MRT Jakarta maupun layanan transportasi publik lainnya.

"Ini akan menjadi milestone yang mengubah wajah Jakarta," ujar Pramono.

Siapkan Creative Financing dan Target 80 Ribu Penumpang per Hari

Selain mengandalkan APBD, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan skema creative financing, termasuk pemanfaatan naming rights di kawasan stasiun, guna mendukung pengembangan investasi dan pengelolaan infrastruktur transportasi secara berkelanjutan.

Pramono memperkirakan jumlah pengguna LRT Jakarta setelah jalur Kelapa Gading–Manggarai beroperasi normal dapat mencapai 80 ribu penumpang per hari.

Ia meyakini peningkatan konektivitas transportasi massal akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi sekaligus membantu mengurangi kemacetan di Jakarta. (Asp)

Baca Artikel Asli