MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Pusat, pada Jumat (20/2). Kegiatan ini menandai dimulainya penataan ruang terbuka hijau (RTH) di salah satu simpul strategis Ibu Kota.
Revitalisasi ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama PT Media Indra Buana melalui skema pembiayaan kreatif berbasis hak penamaan (naming rights).
Taman Semanggi memiliki luas sekitar 6 hektare yang tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi. Kawasan ini merupakan bagian dari gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada 1962.
Bentuk simpang susun yang menyerupai empat helai daun semanggi merepresentasikan fungsi, konektivitas, dan transformasi, sekaligus nilai estetika yang tetap relevan hingga kini.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik. Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini,” ujar Pramono.
Baca juga:
Ramai Keluhan di Media Sosial, Pramono Siap Tertibkan Lapangan Padel tak Berizin
Tarif Parkir Rp 100 Ribu Viral, Pramono Pastikan Jukir Liar Tanah Abang Bakal Ditindak
Pramono menjelaskan, revitalisasi Taman Semanggi mengusung tiga pendekatan utama.
Pertama, regeneration, yakni pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi.
Kedua, reconnection, yaitu penguatan keterhubungan antarruang agar taman seluas kurang lebih 6,5 hektare ini dapat diakses dengan lebih mudah, aman, dan nyaman oleh masyarakat.
Nantinya, taman akan dilengkapi berbagai fasilitas publik seperti jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, hingga kolam resapan dan tampungan air untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta pengelolaan limpasan air hujan.
“Yang paling penting, seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Kawasan Semanggi merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta,” jelasnya.
Baca juga:
Pembangunan kawasan ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp134 miliar. Seluruh pendanaan tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui skema naming rights yang memungkinkan pembangunan berjalan tanpa membebani kas daerah.
Selama ini, kawasan Taman Semanggi dinilai cenderung berfungsi pasif dan terfragmentasi oleh arus lalu lintas. Melalui revitalisasi, kawasan tersebut akan ditata menjadi ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif dengan menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta aktivitas sosial masyarakat. (Asp)