Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi

Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026

MerahPutih.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti tata kelola komoditas strategis Indonesia seperti kopi dan cokelat yang dinilai memiliki kualitas terbaik di dunia.

Bahkan, Kepala Negara sampai mengungkapkan rasa herannya kenapa Indonesia masih mengimpor kedua komiditas itu dalam bentuk produk jadi dari luar negeri hingga saat ini.

"Kita punya kopi, cokelat terbaik, tetapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya cokelat terbaik, tetapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury," kata Presiden, dalam diskusi bersama jurnalis dan ekonom di Hambalang, Bogor, pekan ini.

Baca juga:

12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir

Konsep Pohon Industri

Untuk itu, Prabowo memperkenalkan konsep “pohon industri” yang akan diterapkan pada komoditas penting, mulai dari logam, mineral, hingga kelapa, kopi, dan cokelat.

Kepala Negara mencontohkan komoditas kelapa yang disebut sebagai miracle crop. “Virgin coconut oil itu dianggap anticancer, tetapi kita baru punya satu-dua pabrik kelapa. Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan,” imbuhnya, dikutip Antara

Menurut Presiden, hilirisasi adalah satu-satunya cara untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda. "Saya ingin hilirisasi. That's the only way. Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi," tutur Ketum Gerindra itu.

Baca juga:

Cokelat Dikaitkan dengan Hari Valentine, Simak 3 Faktanya

Rencana Bangun Ratusan Pabrik Pohon Industri

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan pemerintah telah memetakan rencana pembangunan ratusan pabrik sebagai bagian dari pohon industri.

“Kita sudah map out, we have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya,” tandas orang nomor satu di Indonesia itu. (*)

Baca Artikel Asli