BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 1 jam, 45 menit lalu
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam

Ilustrasi. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan tren penguatan signifikan hingga kembali bertengger di bawah level Rp18.000 per dolar AS. Penguatan terjadi pascakenaikan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, Selasa (9/6).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan bank sentral. Kebijakan tersebut meliputi kenaikan BI-Rate serta penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,

ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).

Strategi Intervensi Pasar BI

Baca juga:

Dolar AS Menguat, Investasi Emas Dinilai Jadi Pilihan Aman untuk Lindungi Aset

Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik. Langkah ini bertujuan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing secara berkelanjutan.

Selain itu, otoritas moneter mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen. BI menerapkan intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore), serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik secara konsisten dan terukur.

Penyesuaian Suku Bunga Acuan

Sebelumnya, RDG Mingguan memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga mencapai level 5,5 persen. Keputusan ini otomatis mengerek suku bunga deposit facility menjadi 4,50 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan perlunya langkah agresif ini karena pelemahan nilai tukar rupiah sebelumnya telah melampaui proyeksi awal bank sentral.

Pelemahan nilai tukar rupiah telah melebihi proyeksi bank sentral sehingga Dewan Gubernur BI melalui Rapat Mingguan pada Selasa memutuskan untuk menaikkan BI-Rate,

tegas Perry Warjiyo.

Guna memperkuat stabilisasi, BI merilis sejumlah langkah taktis:

  • Menaikkan struktur suku bunga SRBI untuk seluruh tenor.

  • Memberikan insentif penurunan tingkat swap lindung nilai bagi investor asing.

  • Membuka kembali window lelang instrumen repo bagi perbankan.

  • Meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valas.

Catatan historis menunjukkan BI telah menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps pada RDG Bulanan periode 19-20 Mei 2026. Langkah tersebut menjadi penyesuaian pertama setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen sejak September 2025.

Baca juga:

Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan

Sebaliknya, sepanjang 2025, bank sentral sempat memangkas bunga acuan sebanyak lima kali dengan total penurunan 125 bps. Publik kini menanti keputusan moneter selanjutnya pada RDG Bulanan tanggal 17-18 Juni 2026.

#Rupiah #Kurs Rupiah #Rupiah Menguat #Dolar AS #Bank Indonesia
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik
Angga Yudha Pratama - 1 jam, 45 menit lalu
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Indonesia
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
BI telah membeli SBN senilai Rp 156,5 triliun, setelah sepanjang 2025 merealisasikan pembelian sebesar Rp 332,14 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
Indonesia
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Indonesia
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Suntikan modal asing pada lelang obligasi serta penguatan indeks saham domestik ikut memperkokoh posisi rupiah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Indonesia
Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Level Rp 17.900 pada Perdagangan Hari ini Rabu (10/6)
Rupiah kini menguat dengan menembus Rp 17.900 per dolar AS pada Rabu (10/6). Rupiah berhasil menekan dolar AS.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Level Rp 17.900 pada Perdagangan Hari ini Rabu (10/6)
Indonesia
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyoroti tekanan ekonomi nasional akibat mahalnya dolar AS, tingginya yield SBN, dan merosotnya IHSG.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin
Indonesia
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Evaluasi pasca-RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026 menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah bergejolak melebihi perkiraan awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Indonesia
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Stabilisasi nilai tukar rupiah dimaksud juga, ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Indonesia
Siasat Atur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah
Perlunya mengevaluasi kembali pengeluaran untuk keperluan konsumtif dan keperluan yang tidak mendesak ketika kondisi perekonomian sedang kurang baik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Siasat Atur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah
Indonesia
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Bagikan