BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam

Ilustrasi. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan tren penguatan signifikan hingga kembali bertengger di bawah level Rp18.000 per dolar AS. Penguatan terjadi pascakenaikan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, Selasa (9/6).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan bank sentral. Kebijakan tersebut meliputi kenaikan BI-Rate serta penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,

ujar Ramdan dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).

Strategi Intervensi Pasar BI

Baca juga:

Dolar AS Menguat, Investasi Emas Dinilai Jadi Pilihan Aman untuk Lindungi Aset

Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik. Langkah ini bertujuan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing secara berkelanjutan.

Selain itu, otoritas moneter mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen. BI menerapkan intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore), serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik secara konsisten dan terukur.

Penyesuaian Suku Bunga Acuan

Sebelumnya, RDG Mingguan memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) hingga mencapai level 5,5 persen. Keputusan ini otomatis mengerek suku bunga deposit facility menjadi 4,50 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan perlunya langkah agresif ini karena pelemahan nilai tukar rupiah sebelumnya telah melampaui proyeksi awal bank sentral.

Pelemahan nilai tukar rupiah telah melebihi proyeksi bank sentral sehingga Dewan Gubernur BI melalui Rapat Mingguan pada Selasa memutuskan untuk menaikkan BI-Rate,

tegas Perry Warjiyo.

Guna memperkuat stabilisasi, BI merilis sejumlah langkah taktis:

  • Menaikkan struktur suku bunga SRBI untuk seluruh tenor.

  • Memberikan insentif penurunan tingkat swap lindung nilai bagi investor asing.

  • Membuka kembali window lelang instrumen repo bagi perbankan.

  • Meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valas.

Catatan historis menunjukkan BI telah menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps pada RDG Bulanan periode 19-20 Mei 2026. Langkah tersebut menjadi penyesuaian pertama setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen sejak September 2025.

Baca juga:

Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan

Sebaliknya, sepanjang 2025, bank sentral sempat memangkas bunga acuan sebanyak lima kali dengan total penurunan 125 bps. Publik kini menanti keputusan moneter selanjutnya pada RDG Bulanan tanggal 17-18 Juni 2026.

#Rupiah #Kurs Rupiah #Rupiah Menguat #Dolar AS #Bank Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kurs Rupiah Hari Ini Loyo Hadapi Dolar, Bagaimana Nasib IHSG dan Saham LQ45?
Nilai tukar rupiah hari ini melemah ke Rp17.585 per dolar AS, bikin IHSG ikut terseret turun. Cek detail pergerakan kurs dan saham LQ45 selengkapnya di sini biar investasi kamu tetap aman
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 September 2026
Kurs Rupiah Hari Ini Loyo Hadapi Dolar, Bagaimana Nasib IHSG dan Saham LQ45?
Indonesia
IHSG Hari Ini Menghijau, Rupiah Bergerak Lesu di Tengah Euforia Bursa
Selain indeks gabungan, pergerakan saham LQ45 hari ini juga ikut kecipratan sentimen positif yang lumayan menjanjikan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 10 September 2026
IHSG Hari Ini Menghijau, Rupiah Bergerak Lesu di Tengah Euforia Bursa
Indonesia
Pergerakan IHSG Hari Ini dan Rupiah Kompak Menghijau pada Perdagangan Rabu (9/9)
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini? Kabar baik, IHSG Rabu pagi sukses menembus level 6.700 dan nilai tukar Rupiah menguat tajam menekan Dolar AS. Cek rangkuman pasarnya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 09 September 2026
Pergerakan IHSG Hari Ini dan Rupiah Kompak Menghijau pada Perdagangan Rabu (9/9)
Indonesia
IHSG Hari Ini Sukses Menghijau ke 6.639, Tapi Rupiah Malah Loyo Dilibas Dolar AS
Pergerakan IHSG hari ini Selasa dibuka menguat ke level 6.639,51 membawa angin segar bagi investor. Namun, nilai tukar Rupiah justru melemah tipis ke Rp17.645 per dolar AS. Cek ulasan pasar selengkapnya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2026
IHSG Hari Ini Sukses Menghijau ke 6.639, Tapi Rupiah Malah Loyo Dilibas Dolar AS
Indonesia
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Dengan rekam jejak internasional di IMF dan pengalaman panjang di BI, Aida S Budiman diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Indonesia
Pergerakan Rupiah Terdampak Pidato Kepala The Fed, Inflasi Melebihi Prediksi
para pembuat kebijakan harus yakin bahwa inflasi inti benar-benar bergerak menuju target mereka dengan kecepatan yang memadai.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Pergerakan Rupiah Terdampak Pidato Kepala The Fed, Inflasi Melebihi Prediksi
Indonesia
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Komisi XI DPR RI telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) selama dua hari berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Berita Foto
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom
Geliat rupiah sepanjang hari ini bakal sangat dipengaruhi oleh rilis Neraca Pembayaran Indonesia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom
Bagikan