Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prabowo Diminta Pilih Menteri Keuangan yang Jago Negosiasi di Level Internasional

Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 Oktober 2024

MerahPutih.com - Tantangan krisis ekonomi ke depan perlu menjadi perhatian Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ekonom Achmad Nur Hidayat meminta Prabowo memilih Menteri Keuangan yang memiliki segudang keahlian.

Menurut Achmad, salah satu aspek yang mesti dimiliki sosok Menteri Keuangan kedepan adalah diplomasi internasional.

“Kemampuan bernegosiasi di level internasional juga menjadi hal yang tak kalah penting,” kata Achmad dalam keteranganya dikutip Jumat (4/10).

Achmad menuturkan, dengan adanya prediksi IMF yang menunjukkan bahwa ekonomi global akan stagnan di kisaran 5 persen, Menteri Keuangan harus mampu melakukan negosiasi dengan lembaga internasional.

“Lembaga internasional itu seperti IMF, Bank Dunia, dan negara-negara mitra,” jelas Achmad.

Baca juga:

Jumlah Final Menteri Kabinet Prabowo Diketok H-5 Pelantikan

Achmad menyebut, hal ini penting dilakukan Menteri Keuangan ke depan.

“Tujuannya adalah untuk mendapatkan dukungan investasi, baik melalui pinjaman maupun bantuan teknis, yang dapat membantu memperkuat perekonomian nasional,” papar Achmad yang juga ekonom dari UPN Veteran Jakarta ini.

Lalu, Achmad berujar, menteri Keuangan juga harus cerdas bernegosiasi terkait utang luar negeri dan perjanjian perdagangan.

“Sehingga Indonesia tidak hanya menjadi penerima bantuan tetapi juga menjadi pemain global yang kuat,” jelas dia.

Baca juga:

Meutya Hafid Terkekeh Diisukan Dapat Kursi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

Kriteria berikutnya adalah kemampuan dalam mendorong transformasi ekonomi digital dan industri berbasis teknologi.

Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen tidak akan tercapai jika perekonomian Indonesia terus bergantung pada sektor-sektor tradisional seperti pertanian dan tambang.

“Menteri Keuangan harus mampu mendorong inovasi di sektor-sektor baru yang berbasis teknologi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif,” tutur Achmad.

Lalu, transformasi ekonomi digital juga harus didorong hingga ke level usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional tetapi sering kali diabaikan dalam kebijakan besar.

“Selain itu, kemampuan memperluas basis ekonomi dan memperkuat sektor produktif yang belum tergarap maksimal harus menjadi prioritas Menteri Keuangan,” imbuh Achmad.

Baca juga:

Setor Nama Menteri, Demokrat Serahkan Nasib AHY di Kabinet ke Prabowo

Dengan kriteria itu, posisi Menteri Keuangan di era Prabowo harus diisi oleh seseorang tidak hanya memiliki rekam jejak baik dalam mengelola perekonomian, tetapi juga berani melakukan inovasi dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Sosok tersebut harus mampu menavigasi tantangan-tantangan ekonomi di dalam negeri sekaligus memanfaatkan peluang di pasar global, sehingga target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai,” imbuh Achmad.

Oleh karena itu, untuk mencapai target ambisius pertumbuhan ekonomi 8 persen, diperlukan pemimpin baru di sektor ekonomi dengan visi yang lebih segar dan berani mengambil kebijakan radikal.

Khususnya dalam memperluas basis ekonomi, mendorong sektor produktif yang selama ini belum maksimal, dan membuka pasar baru baik domestik maupun internasional.

“Alternatifnya, perlu sosok yang tidak hanya memahami kebijakan fiskal dan moneter, tetapi juga mampu mempercepat transformasi ekonomi digital, industrialisasi berbasis teknologi, dan inklusi ekonomi secara luas,” tutul Achmad. (Knu)

Baca Artikel Asli