Prabowo Diminta Pilih Menteri Keuangan yang Jago Negosiasi di Level Internasional

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 04 Oktober 2024
Prabowo Diminta Pilih Menteri Keuangan yang Jago Negosiasi di Level Internasional

Presiden terpilih Prabowo Subianto.(foto: dok Tim media Prabowo Subianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tantangan krisis ekonomi ke depan perlu menjadi perhatian Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ekonom Achmad Nur Hidayat meminta Prabowo memilih Menteri Keuangan yang memiliki segudang keahlian.

Menurut Achmad, salah satu aspek yang mesti dimiliki sosok Menteri Keuangan kedepan adalah diplomasi internasional.

“Kemampuan bernegosiasi di level internasional juga menjadi hal yang tak kalah penting,” kata Achmad dalam keteranganya dikutip Jumat (4/10).

Achmad menuturkan, dengan adanya prediksi IMF yang menunjukkan bahwa ekonomi global akan stagnan di kisaran 5 persen, Menteri Keuangan harus mampu melakukan negosiasi dengan lembaga internasional.

“Lembaga internasional itu seperti IMF, Bank Dunia, dan negara-negara mitra,” jelas Achmad.

Baca juga:

Jumlah Final Menteri Kabinet Prabowo Diketok H-5 Pelantikan

Achmad menyebut, hal ini penting dilakukan Menteri Keuangan ke depan.

“Tujuannya adalah untuk mendapatkan dukungan investasi, baik melalui pinjaman maupun bantuan teknis, yang dapat membantu memperkuat perekonomian nasional,” papar Achmad yang juga ekonom dari UPN Veteran Jakarta ini.

Lalu, Achmad berujar, menteri Keuangan juga harus cerdas bernegosiasi terkait utang luar negeri dan perjanjian perdagangan.

“Sehingga Indonesia tidak hanya menjadi penerima bantuan tetapi juga menjadi pemain global yang kuat,” jelas dia.

Baca juga:

Meutya Hafid Terkekeh Diisukan Dapat Kursi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

Kriteria berikutnya adalah kemampuan dalam mendorong transformasi ekonomi digital dan industri berbasis teknologi.

Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen tidak akan tercapai jika perekonomian Indonesia terus bergantung pada sektor-sektor tradisional seperti pertanian dan tambang.

“Menteri Keuangan harus mampu mendorong inovasi di sektor-sektor baru yang berbasis teknologi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif,” tutur Achmad.

Lalu, transformasi ekonomi digital juga harus didorong hingga ke level usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional tetapi sering kali diabaikan dalam kebijakan besar.

“Selain itu, kemampuan memperluas basis ekonomi dan memperkuat sektor produktif yang belum tergarap maksimal harus menjadi prioritas Menteri Keuangan,” imbuh Achmad.

Baca juga:

Setor Nama Menteri, Demokrat Serahkan Nasib AHY di Kabinet ke Prabowo

Dengan kriteria itu, posisi Menteri Keuangan di era Prabowo harus diisi oleh seseorang tidak hanya memiliki rekam jejak baik dalam mengelola perekonomian, tetapi juga berani melakukan inovasi dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Sosok tersebut harus mampu menavigasi tantangan-tantangan ekonomi di dalam negeri sekaligus memanfaatkan peluang di pasar global, sehingga target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai,” imbuh Achmad.

Oleh karena itu, untuk mencapai target ambisius pertumbuhan ekonomi 8 persen, diperlukan pemimpin baru di sektor ekonomi dengan visi yang lebih segar dan berani mengambil kebijakan radikal.

Khususnya dalam memperluas basis ekonomi, mendorong sektor produktif yang selama ini belum maksimal, dan membuka pasar baru baik domestik maupun internasional.

“Alternatifnya, perlu sosok yang tidak hanya memahami kebijakan fiskal dan moneter, tetapi juga mampu mempercepat transformasi ekonomi digital, industrialisasi berbasis teknologi, dan inklusi ekonomi secara luas,” tutul Achmad. (Knu)

#Menteri Keuangan #Prabowo Subianto #Ekonom #Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Profil Jenderal Subagyo HS Wafat: Eks Danjen Kopassus Sekaligus Mantan Komandan Prabowo
Kabar duka, mantan KSAD Subagyo HS meninggal dunia di RS Panti Rapih Yogyakarta sore ini. Simak profil dan rekam jejak Jenderal Baret Merah era 3 presiden ini.
Angga Yudha Pratama - 54 menit lalu
Profil Jenderal Subagyo HS Wafat: Eks Danjen Kopassus Sekaligus Mantan Komandan Prabowo
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Hingga penutupan 16 Oktober, kondisi IHSG di 5.185. Ada penurunannya sekitar 33,29 persen, dari level saat pelantikan 7.772,60.
Dwi Astarini - 2 jam, 6 menit lalu
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memasang tanda pangkat kepada Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Indonesia
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Prabowo melantik Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon sebagai Wamenhan. Maulana Bungaran dan Alim Setiawan Slamet juga mendapat jabatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anggaran Negara Habis, Sekolah Negeri Kembali Bebankan SPP
Ramai unggahan media sosial yang menyebut anggaran negara habis dan tahun 2027 sekolah akan kembali bebankan SPP. Simak kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anggaran Negara Habis, Sekolah Negeri Kembali Bebankan SPP
Indonesia
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Kampung Ambon dan Boncos digerebek polisi. Hal itu berdasarkan perintah langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Indonesia
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
IWIP dan IMIP memiliki kapasitas listrik yang melampaui Singapura. Lalu, apa dampaknya bagi industri EV?
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Presiden Prabowo Subianto (tengah) meluncurkan program hilirisasi di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis 8/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Bagikan