Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prabowo Belum Pasti Hadir KTT Pertama BoP Gaza, Jika Berangkat Sekalian Lobi Tarif AS

Wisnu Cipto - Rabu, 11 Februari 2026

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza pertama yang dijadwalkan berlangsung di Institute of Peace, Washington D.C., Amerika Serikat, pada 19 Februari 2026.

Meski demikian, Istana menyatakan hingga saat ini belum ada informasi kepastian Presiden Prabowo bakal hadir dalam KTT perdana BoP itu.

“Belum (dapat dikonfirmasi kehadiran Presiden), nanti kami sampaikan kalau sudah ada kepastian,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, saat dikonfirmasi media, dikutip Selasa (10/2).

Baca juga:

Seskab Teddy Akui Status Keikutsertaan RI di Board of Peace Tidak Bersifat Tetap

Prabowo Bawa 2 Agenda Jika Berangkat

Prasetyo menambahkan jika Presiden Prabowo jadi berangkat ke AS, lawatan tersebut diharapkan tidak hanya untuk menghadiri KTT BoP, tetapi juga dimanfaatkan untuk menandatangani hasil negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Kami menghendaki, dan ingin bisa dua-duanya,” imbuh sosok yang juga didapuk menjadi Juru Bicara Presiden RI itu.

Respons Negara-Negara Anggota BoP

Untuk diketahui, Gedung Putih berencana menggelar KTT perdana BoP pada 19 Februari 2026, meski hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai penyelenggaraan acara. Sejumlah pemimpin negara anggota telah dihubungi, namun belum ada yang mengonfirmasi kehadiran mereka hingga kini.

Baca juga:

Iuran Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Sebagian Bakal Dari APBN

Indonesia resmi menjadi anggota BoP setelah Presiden Prabowo menandatangani piagam pembentukan lembaga tersebut pada acara peluncuran di Davos, Swiss, 22 Januari 2026.

Negara lain yang ikut menandatangani piagam antara lain Amerika Serikat, Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan. (*)

Baca Artikel Asli