MerahPutih Megapolitan - Jajaran Polda Metro Jaya terus meningkatkan patroli guna menekan peredaran senjata ilegal yang saat ini meresahkan warga. Pasalnya, pelaku menggunakan senjata api (senpi) tersebut untuk meneror serta melakukan aksi pencurian dengan cara kekerasan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Muhammad Iqbal mengatakan, senjata rakitan yang saat ini telah disita oleh pihaknya bukan berasal dari bocoran aparat, namun senjata tersebut diimporkan dari negara tetangga yakni Taiwan. Barang tersebut masuk ke indonesia melalui transportasi jalur laut.
"Senjata ilegal itu murni hasil impor dari negara Taiwan, bukan bocoran dari aparat," ujar Muhammad Iqbal saat ditemui merahputih.com di ruang kerjanya, Kamis (26/11).
Guna mencegah peredaran senpi di masyarakat saat ini, kata Iqbal, pihak kepolisian Polda Metro Jaya telah meningkatkan patroli serta melakukan razia. Hingga saat ini, polisi telah mengamankan berbagai jenis senjata ilegal tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mencokok pelaku penjual senjata api, airsoft gun, serta amunisinya tidak dilengkapi surat izin sah.
Barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dari sejumlah pelaku berupa 106 pucuk airsoft gun berbagai tipe dan merek, 12 senpi berbagi tipe dan merek, 1 buah pen gun, 2 pucuk senjata laras panjang, 13 buah selongsong revolver, 70 kotak plastic gotri, 88 tabung gas CO2, 17 buah magazen, 2 bendel peluru kosong dan satu buah kotak mimis.
Selain itu polisi juga amankan 1 kemasan peluru plastik, 1 kemasan berisi selongsong, 5 butir peluru tajam cal 22 mm, 5 butir peluru kecil, 33 peluru cal 72 mm, 2 buah tabung gas airsoft gun dan 27 tabung gas green. (gms)
BACA JUGA: