Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Polisi Bantah Pelaku Pengeroyokan Wartawan di Satpas SIM Bukan Calo

Eddy Flo - Rabu, 29 Januari 2020

MerahPutih.Com - Kasie SIM Daan Mogot Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Lalu Hedwin mengatakan, pelaku pengeroyokan terhadap wartawan Tribrata Yohanes Riadi (Yori) di Jalan Daan Mogot KM 11, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (29/1) siang bukanlah calo.

Sebanyak enam pelaku diantaranya ditangkap.

Baca Juga:

Ungkap Dugaan Keberadaan Calo di Satpas SIM Daan Mogot, Wartawan Dikeroyok

Para pelaku sehari-hari merupakan tukang parkir di depan Kantor Satpas SIM dan tidak bisa masuk ke dalam. Sebab, para tukang ojek hanya boleh mengantar sampai pintu masuk parkiran saja.

"Di Satpas tidak ada calo. Pelaku yang kita amankan itu, bisa ditanya langsung, menurut pengamatan kami, mereka itu biasanya berprofesi sebagai tukang ojek di depan jalan Daan Mogot," ujar dia kepada wartawan di Mapolsek Cengkareng Rabu (29/1).

Polisi bantah bukan calo yang keroyok wartawan di Satpas SIM Daan Mogot
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Lalu juga tidak mengetahui background para pelaku apakah mereka tergabung dalam organisasi masyarakat atau tidak.

Kemudian, guna mengetahui hubungan keenam orang pelaku yang ditangkap Polsek Cengkareng dengan dua pelaku yang ditangkap anggotanya, pihaknya sedang mendalami.

"Awalnya korban sampaikan informasi kepada kami dan sudah kami amankan dua orang yamg emang dapat informasi dari korban menawarkan jasa dan sebagainya. Atas informasi tersebut, kami sudah periksa dan sudah serahkan ke Polsek," ungkap dia.

Oleh karen itu, pihaknya sangat respon dengan pengaduan masyarakat bila ada yang menawarkan jasa yang menyalahi aturan Polri. Sebab, ia sangat menjaga kantornya agar tidak disusupi oleh tukang ojek yang merugikan nama baik Satpas.

"Calo ga ada mas. Saya tegaskan sekali lagi apa yang dilaporkan korban, sudah diperiksa dan kami amankan, nanti bisa dicek kebenarannya, monggo bisa dicek kepada mas Yori siapa yang dua tadi menawarkan silahkan ditanya dan juga hubungannya dengan enam orang ini," ungkap dia.

Lalu menegaskan, bahwa peristiwa pengeroyokan terhadap Yori bukan terjadi di lingkungan kantornya.

Menurut dia, aksi pengeroyokan itu terjadi di Jalan Daan Mogot Km 11 tepatnya sebelum JPO Halte TransJakarta Daan Mogot.

"Kejadianya setelah kami konfirmasi dan sama-sama lakukan pengecekan bersama korban dan petugas Polsek Cengkareng, lokasinya ada di Jalan Daan Mogot km 11, di Jalan Raya bukan di dalam (Satpas SIM). Itu dari Satpas jaraknya perkiraan 200 meter. Di pinggir Jalan Raya Daan Mogot, ke arah flyover itu," Yori.

Kini kasus itu, kata Lalu sudah diserahkan ke Mapolsek Cengkareng untuk dilakukan pendalaman dan mencari pelaku lain. Mengingat Yori menyatakan pelaku pengeroyokan kurang lebih berjumlah 10 orang.

Baca Juga:

Nyamar Jadi Tim KPK Gadungan, Oknum Wartawan Peras Para Kades Puluhan Juta

Pihaknya juga akan memperketat keamanan di Satpas SIM untuk mengantisipasi dugaan calo. Sebab, selama ini di Satpas SIM Daan Mogot sudah bebas dari aksi percaloan.

"Pasti kita akan perketat. Karena selama ini setiap ada laporan yang meresahkan atau mau coba-coba menjadi calo kami langsung tangkap. Kami menegaskan tidak mentolelir aksi percaloan dan kami pasti akan tindak tegas dengan menangkap dan proses," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Istana Sebut Kapal Wartawan yang Tenggelam Sempat Digunakan Para Menteri

Baca Artikel Asli