MerahPutih.com - Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat menangani bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26//7) malam.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, kepolisian telah mengambil langkah awal untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Dua orang yang diduga terlibat yaitu SK dan AS telah kami amankan, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan. Penyidik akan mendalami peran masing-masing berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang ditemukan.
kata AKBP Roby, Senin (27/2)
Bentrokan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mendapatkan perawatan medis.
Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mendata kerusakan yang ditimbulkan. Kini, penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan dan menyusun rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Baca juga:
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Polisi Tetap Siaga di Lokasi Kericuhan Menteng
Penentuan status hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
“Kami meminta seluruh pihak tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan balasan. Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian agar situasi tetap aman dan proses hukum dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Situasi di sekitar lokasi telah terkendali. Meski demikian, personel kepolisian tetap disiagakan untuk menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya gangguan lanjutan.
Baca juga:
3 Orang Tewas, DPR Instruksikan Polisi Bongkar Motif Bentrokan Maut Adonara
Peristiwa yang melibatkan sekelompok orang dan warga itu mengakibatkan sebuah bangunan semi permanen serta empat sepeda motor terbakar.
Empat orang juga dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan.
Kericuhan di Menteng Sebabkan Bangunan dan 4 Sepeda Motor Terbakar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyebutkan, personel langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
Menurutnya, langkah cepat dilakukan untuk mengendalikan situasi, memberikan rasa aman kepada warga, sekaligus mengusut penyebab keributan.
“Berdasarkan informasi awal, keributan bermula saat sekelompok orang diduga mendatangi sebuah warung makan di samping Masjid Jami Matraman sambil membawa senjata tajam. Kelompok tersebut diduga merusak gerobak nasi uduk hingga memicu keributan dengan warga,” dalam keterangannya.
Bentrokan pun berlanjut di Jalan Tambak No. 85 dan berujung pada terbakarnya sebuah bangunan semi permanen serta empat sepeda motor. (knu)