Viral Video KKB Papua Ejek Keluarga ASN Jayawijaya Lewat HP Usai Tembak Mati Korban

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 11 September 2026
Viral Video KKB Papua Ejek Keluarga ASN Jayawijaya Lewat HP Usai Tembak Mati Korban

Jenazah Wili Mbuik (26), satu dari tiga korban penembakan KKB di Muliama, Kamis (10/9/2026), dievakuasi ke Jayapura dan selanjutnya diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kam

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kasus penembakan ASN Jayawijaya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali memakan korban jiwa dan memicu kemarahan publik setelah beredarnya video viral KKB Papua yang tak punya hati.

Tragedi pilu ini menimpa Wili Mbuik (26) beserta dua rekannya sesama ASN yang tewas ditembak KKB seusai menyalurkan bantuan ternak warga di Distrik Muliama.

Ironisnya, pelaku justru membajak ponsel korban untuk mengejek pihak keluarga di kampung halaman lewat panggilan video, berdalih bahwa kekejaman ini murni dilakukan demi mempercepat pengakuan kemerdekaan.

Baca juga:

Jenazah Pegawai Dinas Pertanian Ditembak KKB Diterbangkan ke Kupang, Pelaku Penembakan Kelompok Nduga

Beredarnya rekaman video call tersebut sontak membuat netizen naik darah dan kembali menyoroti deretan panjang aksi teror KKB di Wamena.

Dalam potongan video berdurasi 50 detik yang tersebar luas di jagat maya, seorang pria berambut gondrong yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan dengan santainya menguasai gawai milik korban.

Publik jelas geram melihat kelakuan pelaku yang seolah tanpa beban moral merenggut nyawa pelayan masyarakat yang niat aslinya murni membantu warga lokal.

Insiden berdarah yang menimpa korban penembakan Jayawijaya ini menjadi bukti nyata betapa rawannya eskalasi keamanan di wilayah tersebut saat ini.

Kronologi Penembakan dan Evakuasi Jenazah Korban

Penangkapan

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, ketiga korban diserang di tengah perjalanan pulang menuju Wamena. Mereka baru saja selesai mengemban tugas mulia, yakni menyalurkan bantuan ternak babi ke Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Sayangnya, saat melintas di sekitar Distrik Muliama, kelompok tak bertanggung jawab ini melepaskan tembakan mematikan.

Jenazah Wili Mbuik akhirnya berhasil dievakuasi ke Jayapura pada Kamis (10/09/2026). Setelah tiba di Bandara Sentani, jenazah pria malang ini rencananya langsung diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

Terkait rekan korban lainnya, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito, memberikan pembaruan informasi:

Sedangkan dua jenazah lainnya, yaitu Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Meha (35) masih berada di Wamena,

Kombes Pol Cahyo Sukarnito.

Di sisi lain, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC), Kombes Polisi Yusuf Sutejo, membeberkan bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah kuat pada KKB kelompok Nduga.

Kami masih mendalami untuk memastikan siapa pelaku penembakan terhadap ketiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama,

tegas Kombes Yusuf.

Bajak HP Korban, Terduga Pelaku Tantang Keluarga Lewat Video Call

Selain aksi penembakan yang keji, hal yang paling bikin publik geram adalah kelakuan terduga pelaku seusai melancarkan aksinya. Pria berkalung dalam video viral tersebut tidak cuma mencuri ponsel korban, tapi juga nekat menghubungi keluarga Wili Mbuik di NTT.

Bahkan, terduga pelaku ini kedapatan aktif menggunakan akun Instagram mendiang Wili dan sengaja mengunggah Instagram Story. Dalam rekaman video call WhatsApp, percakapan antara pelaku dan pihak keluarga berlangsung cukup alot dan emosional. Pelaku sempat melontarkan ejekan yang tidak pantas.

Kau sudah makan? Tambah, mau tambah,

ledek pria tersebut kepada keluarga korban yang tengah berduka.

Mendengar hal itu, pihak keluarga tak mau terpancing dan langsung mempertanyakan alasan di balik pembunuhan keji tersebut, sembari mengingatkan soal karma.

Nanti ada orang pergi cari kau (pelaku). Perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan di surga (akhirat),

balas pihak keluarga.

Baca juga:

3 Pegawai Pertanian Meninggal Akibat Serangan KKB, Warga Sipil Paling Rentan Alami Kekerasan

Dalih Kekejaman Demi Pengakuan Merdeka

Respons keluarga ternyata malah dijawab dengan tudingan politik yang tidak berdasar. Pria gondrong itu tiba-tiba mengaitkan status korban dengan Presiden.

Kamu orang Presiden ini, orang Prabowo,

cetusnya santai.

Tidak terima anaknya dituduh macam-macam, pihak keluarga terus mencecar dan menuntut penjelasan mengapa Wili, yang hanya seorang ASN biasa, harus dihabisi nyawanya secara brutal.

Anak saya salah apa kau bunuh, kau tembak?

tanya perwakilan keluarga dengan nada pilu. "Itukan supaya cepat pengakuan merdeka," jawab pelaku tanpa rasa bersalah.
#Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) #ASN #Tindakan Kriminal #Kriminal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Kalah Sama yang Lain, Kemendagri Wajibkan ASN Kerja Cerdas Belajar Pakai AI
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir minta 6,7 juta ASN tinggalkan pola kerja rutin dan mulai manfaatkan AI generatif demi pelayanan publik yang cepat dan transparan.
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
Jangan Kalah Sama yang Lain, Kemendagri Wajibkan ASN Kerja Cerdas Belajar Pakai AI
Indonesia
Kronologi dan Penyebab ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal saat Latihan Komcad
Saat hendak memasuki sesi latihan kedua, almarhum mengeluhkan pandangan gelap serta pusing, lalu kehilangan kesadaran.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Kronologi dan Penyebab ASN Kementerian Ekonomi Kreatif Meninggal saat Latihan Komcad
Olahraga
FIFA ASEAN Cup 2026: ASN Dikerahkan, Stadion Si Jalak Harupat Tidak Dibiarkan Sepi Penonton
FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat mendapat dukungan Pemkab Bandung. ASN akan dikerahkan untuk menyaksikan pertandingan dan UMKM dilibatkan.
Frengky Aruan - Kamis, 24 September 2026
FIFA ASEAN Cup 2026: ASN Dikerahkan, Stadion Si Jalak Harupat Tidak Dibiarkan Sepi Penonton
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Sempat Ditolak Warga, Warung Mie Babi di Sukoharjo Diduga Dibakar 4 Orang
akibat kejadian ini menutup sementara tempat usahanya itu. Dan telah mengumumkan di akun medsos tempat usahanya tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Sempat Ditolak Warga, Warung Mie Babi di Sukoharjo Diduga Dibakar 4 Orang
Indonesia
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Polisi kini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan tiga ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Indonesia
Tiga Pegawai Pertanian Tewas Ditembak di Papua, DPR Sebut Keamanan Harus Jadi Fokus
Keamanan bagi pekerja di sektor-sektor strategis perlu menjadi perhatian pemerintah.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Tiga Pegawai Pertanian Tewas Ditembak di Papua, DPR Sebut Keamanan Harus Jadi Fokus
Bagikan