Tiga Pegawai Pertanian Tewas Ditembak di Papua, DPR Sebut Keamanan Harus Jadi Fokus

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Tiga Pegawai Pertanian Tewas Ditembak di Papua, DPR Sebut Keamanan Harus Jadi Fokus

Jenazah Wili Mbuik (26), satu dari tiga korban penembakan KKB di Muliama, Kamis (10/9/2026), dievakuasi ke Jayapura dan selanjutnya diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kam

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil di Papua Pegunungan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlangsungan pembangunan di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Sukamta setelah adanya penembakan terhadap tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menyebabkan ketiganya meninggal dunia di Kampung Muliama, Papua Pegunungan.

Menurut Sukamta, para korban merupakan bagian dari masyarakat yang menjalankan tugas pelayanan publik. Oleh karena itu, keamanan bagi pekerja di sektor-sektor strategis perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Mereka sedang menjalankan tugas melayani masyarakat. Negara wajib melindungi setiap warga negara, terlebih mereka yang bertugas menghadirkan pembangunan dan ketahanan pangan di Papua,” kata Sukamta dalam keterangan pers, Jumat (11/9).


Ia menilai sektor pertanian, pendidikan, kesehatan hingga pembangunan infrastruktur membutuhkan situasi keamanan yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan. Jika ancaman terhadap pekerja sipil terus terjadi, kata Sukamta, masyarakat dapat merasa takut untuk menjalankan aktivitas maupun tugas pelayanan di wilayah rawan.

Baca juga:

Viral Video KKB Papua Ejek Keluarga ASN Jayawijaya Lewat HP Usai Tembak Mati Korban


Oleh karena itu, ia meminta pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memperkuat upaya pengamanan sekaligus meningkatkan deteksi dini terhadap potensi aksi kekerasan.
“Semakin banyak sasaran sipil, semakin kuat pula kebutuhan untuk meningkatkan deteksi dini dan perlindungan masyarakat,” ujarnya.

Sukamta juga meminta aparat tidak hanya mengejar pelaku yang terlibat langsung dalam penembakan. Menurutnya, penyelidikan harus mampu mengungkap pihak yang merencanakan maupun memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan tersebut.

“Jangan berhenti pada siapa yang menarik pelatuk. Ungkap siapa yang merencanakan, memasok senjata, dan memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan ini,” katanya.

Ia juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Sukamta berharap kasus ini segera diusut tuntas dan langkah pencegahan diperkuat agar kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak kembali terjadi. Menurut dia, peningkatan keamanan harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.


“Ini saat yang bagus bagi pemerintah pusat, pemda, dan masyarakat bersama-sama untuk peningkatan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua tanpa kecuali,” tuturnya.(knu)

Baca juga:

Polisi Temukan Simbol Bintang Kejora saat Penangkapan Anggota KKB Papua


Foto : Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta/ dok Media DPR

#Papua #Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) #OPM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Indonesia
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Polisi kini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan tiga ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Bagikan