MerahPutih.com - Danantara memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan akses pemberdayaan ekonomi bagi perempuan selain itu, perluasan layanan hingga ke daerah pelosok Indonesia, termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebagai bagian dari ekosistem Danantara, mengaku telah memperluas pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultramikro, sehingga menjangkau 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, jangkauan layanan kepada puluhan juta nasabah ultramikro ini menjadikan PNM sebagai lembaga pemberdayaan dan pembiayaan perempuan prasejahtera terbesar di dunia.
“Bagi kami, pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha, dan memperbaiki kehidupan keluarganya,” kata Kindaris dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Rabu (24/6).
Baca juga:
Menkeu Ngotot Ingin Ambil Alih PNM Buat Jadi Lembaga Khusus Penyalur KUR
Kindaris menambahkan, perluasan akses pembiayaan juga disertai dengan pendampingan, pelatihan, dan kesempatan bertumbuh bagi masyarakat prasejahtera.
“Kami juga menjaga kualitas layanan dan penyaluran agar tepat sasaran, terukur, dan mampu mendukung keberlanjutan usaha nasabah,” katanya.
Beberapa hal yang terus dilakukan, di antaranya peningkatan kapasitas usaha, pendampingan kelompok, hingga membangun kepercayaan diri perempuan prasejahtera agar dapat terus bertumbuh bersama keluarganya.
“Kami ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat. Agar tidak ada lagi gap akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun di ujung Indonesia,” kata Kindaris.
COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria mengapresiasi peningkatan kinerja BUMN, termasuk di dalamnya PNM, karena dinilai sukses melampaui target. Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semangat transparansi informasi yang terus ditekankan Danantara dan BP BUMN.
"Perluasan akses pembiayaan bisa menjadi solusi bagi perempuan kelompok subsisten yang menjalankan usaha ultramikro, sehingga dampaknya semakin nyata dirasakan oleh masyarakat di wilayah rural," katanya.