Presiden Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc, Usut Kasus Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Presiden Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc, Usut Kasus Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang

Presiden RI, Prabowo Subinato. (Foto: MP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc untuk mengusut pengurus badan usaha milik negara (BUMN) hingga 30 tahun ke belakang. Usul ini disampaikan saat Prabowo membahas pembenahan BUMN dalam pidato kenegaraan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo menegaskan BUMN merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan negara tidak boleh menjadi milik atau sumber keuntungan pribadi direksi, komisaris, maupun penguasa.

BUMN milik seluruh rakyat Indonesia. BUMN tidak boleh milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa.

Presiden Prabowo Subianto



Dia mengatakan pemerintah menemukan jumlah entitas BUMN jauh lebih banyak daripada perkiraan. Setelah pembentukan Danantara, pemerintah menemukan terdapat 1.704 BUMN beserta struktur anak perusahaan hingga turunannya.

"Saya mengira BUMN ada 300 atau 400, ternyata 1.704," ujar dia.

Baca juga:

Danantara Indonesia Matangkan Rencana IPO Deretan Raksasa BUMN, Pegadaian Hingga Pelindo Bakal Melantai di Bursa



Prabowo menilai terdapat BUMN yang selama ini beroperasi tanpa pertanggungjawaban yang baik kepada negara. Ia bahkan mengaku tidak memahami bagaimana kondisi tersebut bisa berlangsung. "Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk bisa kita usut para pengurus direksi 30 tahun ke belakang mungkin," tegasnya.

Meski demikian, Prabowo mengatakan pemerintah juga dapat memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang mengakui kesalahan dan bersedia bertobat.

Dia menyebut kemungkinan pemberian 'amnesti khusus' tersebut nantinya dapat dibahas bersama DPR. "Saya akan minta, kalau perlu, kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus untuk mereka yang taubat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengumumkan langkah perampingan BUMN. Dia menyebut 290 BUMN telah ditutup dan pemerintah menargetkan jumlah BUMN maksimal 300 perusahaan hingga 31 Desember 2026.

Artinya, lebih dari 750 BUMN akan ditutup dalam rangka restrukturisasi. "Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan dipertahankan," katanya.

Prabowo menyebut perampingan tersebut telah menghemat biaya overhead sekitar Rp 50 triliun. Penghematan berasal dari berbagai komponen, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan, serta perjalanan dinas.

Pemerintah menargetkan penghematan mencapai lebih dari Rp 70 triliun pada akhir 2026.(Pon)

Baca juga:

Rupiah Tunjukkan Perlawanan Terhadap Dolar AS Jelang Pidato RAPBN Presiden Prabowo











MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan pengadilan ad hoc untuk mengusut pengurus badan usaha milik negara (BUMN) hingga 30 tahun ke belakang. Usulan ini disampaikan saat Prabowo membahas pembenahan BUMN dalam pidato kenegaraan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo menegaskan BUMN merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, perusahaan negara tidak boleh menjadi milik atau sumber keuntungan pribadi direksi, komisaris, maupun penguasa.

"BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. BUMN tidak boleh milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa," kata Prabowo.

Dia mengatakan pemerintah menemukan jumlah entitas BUMN jauh lebih banyak dari perkiraan. Setelah pembentukan Danantara, pemerintah menemukan terdapat 1.704 BUMN beserta struktur anak perusahaan hingga turunannya.

"Saya mengira BUMN ada 300 atau 400, ternyata 1.704," ujar dia.

Prabowo menilai terdapat BUMN yang selama ini beroperasi tanpa pertanggungjawaban yang baik kepada negara. Bahkan, dia mengaku tidak memahami bagaimana kondisi tersebut bisa berlangsung.

"Mungkin harus kita bentuk suatu pengadilan ad hoc khusus untuk bisa kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang mungkin," tegasnya.

Meski demikian, Prabowo mengatakan pemerintah juga dapat memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang mengakui kesalahan dan bersedia bertobat.

Dia menyebut kemungkinan pemberian "amnesti khusus" tersebut nantinya dapat dibahas bersama DPR.

"Saya akan minta kalau perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus untuk mereka yang taubat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengumumkan langkah perampingan BUMN. Dia menyebut 290 BUMN telah ditutup dan pemerintah menargetkan jumlah BUMN maksimal 300 perusahaan hingga 31 Desember 2026.

Artinya, lebih dari 750 BUMN akan ditutup dalam rangka restrukturisasi.

"Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan," katanya.

Prabowo menyebut perampingan tersebut telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun. Penghematan berasal dari berbagai komponen, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan, serta perjalanan dinas.

Pemerintah menargetkan penghematan mencapai lebih dari Rp70 triliun pada akhir 2026. (Pon)

#Presiden Prabowo #BUMN #Sidang Tahunan MPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc, Usut Kasus Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang
Prabowo menegaskan BUMN merupakan milik seluruh rakyat Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Presiden Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc, Usut Kasus Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang
Indonesia
Prabowo Sebut BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp 112 Triliun, Kepercayaan Dunia Meningkat
Presiden RI, Prabowo Subianto menyebutkan, BPK telah menyelamatkan uang negara Rp 112 triliun.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Sebut BPK Selamatkan Keuangan Negara Rp 112 Triliun, Kepercayaan Dunia Meningkat
Indonesia
Ketua DPD Ungkap Duri dalam Transformasi Ekonomi Era Presiden Prabowo
Persoalan-persoalan tersebut menjadi tantangan yang harus diatasi untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua DPD Ungkap Duri dalam Transformasi Ekonomi Era Presiden Prabowo
Indonesia
Ketua MPR Berpantun, Minta Masyarakat tak Saling Menghujat
Di akhir pidato, Muzani melemparkan tiga pantun yang membuat peserta riuh di dalam ruang sidang.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua MPR Berpantun, Minta Masyarakat tak Saling Menghujat
Indonesia
Ketua DPD Apresias Swasembada Pangan Kurang dari 2 Tahun, Mimpi Lama Jadi Nyata
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan pemerintahan Prabowo-Gibran telah menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada kemandiran ekonomi nasional.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Ketua DPD Apresias Swasembada Pangan Kurang dari 2 Tahun, Mimpi Lama Jadi Nyata
Indonesia
Pidato di Sidang Tahunan, Prabowo Sebut Koruptor MBG Orang Biadab, Tidak Pantas Dihormati
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pembangunan manusia menjadi bagian paling menentukan bagi masa depan Indonesia dan harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, terutama gizi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Pidato di Sidang Tahunan, Prabowo Sebut Koruptor MBG Orang Biadab, Tidak Pantas Dihormati
Indonesia
Prabowo Klaim MBG hingga Hilirisasi tak Lagi Jadi Rencana di Atas Kertas, Sudah Dirasakan Rakyat
Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan, bahwa program MBG hingga hilirisasi sudah dirasakan rakyat.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Klaim MBG hingga Hilirisasi tak Lagi Jadi Rencana di Atas Kertas, Sudah Dirasakan Rakyat
Indonesia
Rupiah Tunjukkan Perlawanan Terhadap Dolar AS Jelang Pidato RAPBN Presiden Prabowo
Perhatian para pelaku pasar valas tertuju pada agenda penting dalam negeri
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Rupiah Tunjukkan Perlawanan Terhadap Dolar AS Jelang Pidato RAPBN Presiden Prabowo
Indonesia
Turunkan Harga Pupuk 20 Persen, Prabowo: Soal Makanan Indonesia, Kita Berada Dalam Keadaan Aman
Pemerintah juga menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Prabowo menyebut penurunan harga pupuk tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Turunkan Harga Pupuk 20 Persen, Prabowo: Soal Makanan Indonesia, Kita Berada Dalam Keadaan Aman
Indonesia
IHSG Dibuka Melemah Tipis! Sentimen Nota Keuangan RAPBN 2027 Bayangi Pergerakan Saham BEI
Perhatian pasar tertuju pada perincian target pertumbuhan ekonomi, batas defisit anggaran, asumsi nilai tukar Rupiah, serta strategi pembiayaan pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
IHSG Dibuka Melemah Tipis! Sentimen Nota Keuangan RAPBN 2027 Bayangi Pergerakan Saham BEI
Bagikan