MERAHPUTIH.COM - RUMAH produksi Playvul NYRA resmi merilis tiga film pendek yang membawa kritik sosial melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketiganya yakni More Pain More Gain, Ambang Batas, dan Salam Dahyat Fantastis Luar Biasa.
Perilisan film pendek ini bisa dinikmati masyarakat luas karena diunggah di platform Youtube resmi Playvul NYRA. Namun, sebelum akhirnya berlabuh di layanan streaming tersebut, filmnya lebih dulu debut di pemutaran festival film internasional.
Ketiga film tersebut sebelumnya menjalani proses produksi dan hadir festival sejak 2024 hingga 2026.
Baca juga:
'Jalan Pulang', Film Pendek tentang Kebaya yang Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Kini
Tembus Festival Film Internasional
Salah satu film yang mencatat perjalanan cukup panjang di festival internasional yakni Ambang Batas. Film ini mendapatkan penghargaan Aphrodite Emas dalam Festival Film Internasional Siprus 2024.
Perjalanannya berlanjut ke sejumlah festival pada 2025, seperti Festival Film Fantastis Internasional London, Festival Film Tampere, Final Girls Festival Film Berlin, Festival Film Kultus Internasional Mumbai, Festival Film Internasional Bali, hingga Pekan Film Jakarta.
Bagi produser Adhytia Putra, perjalanan ke berbagai festival bukan sekadar soal mendapatkan penghargaan. Lebih jauh, pengalaman tersebut menunjukkan cerita Indonesia memiliki kemungkinan untuk diterima penonton dari berbagai negara.
"Pada dasarnya kami mencari hal yang sama secara cerita, secara drama. Buat saya yang paling penting ada, 'oh, cerita kita relevan buat semua orang'," ujar Adhytia saat ditemui di CGV di kawasan Senayan, Kamis (13/8).
Menurutnya, keberadaan film Indonesia di festival internasional juga membuka ruang bagi sineas Tanah Air untuk menemukan penonton baru.
"Enggak masalah tentang festival mana-mana, itu semua kemungkinan orang yang mau nonton film kita. 'Ada loh matanya di luar, ada loh pendengarnya di luar. Bisa bercerita dan mendengarkan'," katanya.
Baca juga:
Sheila Dara Bintangi Jalan Pulang, Film Pendek tentang Warisan dan Makna Kebaya
Ambang Batas: Angkat Pelecehan Seksual
Salah satu film yang menonjol dalam proyek tersebut yakni Ambang Batas atau Loose. Film ini dibintangi Putri Ayudya dan Rukman Rosadi.
Cerita berpusat pada seorang psikolog muda yang sedang dalam perjalanan pulang menggunakan taksi. Perjalanan yang awalnya biasa berubah menjadi tidak nyaman ketika sang sopir terus melontarkan komentar seksis dan melecehkan perempuan.
Situasi tersebut perlahan berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih meresahkan. Film ini menghadirkan kritik terhadap perilaku seksis sekaligus bagaimana perempuan menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.
Kehadiran Ambang Batas memperlihatkan bagaimana film pendek dapat menjadi ruang untuk membicarakan persoalan sosial tanpa harus kehilangan unsur drama dan ketegangan.
Sinopsis 'More Pain More Gain': Ceritakan Hustle Culture yang Toxic
Di sebuah pusat kebugaran, dua pria terlibat dalam duel angkat beban, bersaing untuk membuktikan siapa 'pria sejati' dan siapa yang paling mampu menahan rasa sakit dan penderitaan. Makna pria sejati ini dilihat bukan dalam konteks gender, malainkan tekanan menggunakan kekuatan sampai ditahap tinggi dengan kedok produktif. Pencapaiannya dinilai dari angka yang menghasilkan anomalitas standar yang subjektif menekan banyak peyakinnya untuk terus berlomba-lomba tanpa jenuh.
Sinopsis film 'Salam Dahyat Fantastis Luar Biasa': Angkat Derita Sandwich Generation
Seorang pekerja kantoran yang berjuang untuk menghidupi keluarganya, terjebak dalam hutang pinjaman online yang terus menumpuk. Di titik terendahnya, seorang teman mengundangnya ke seminar keuangan yang dipimpin seorang pembicara motivasi yang karismatik. Apa yang dimulai sebagai janji kebebasan finansial berubah menjadi tontonan absurd yang dipenuhi dengan teriakan afirmasi dan ritual ekstrem.
Acara perilisan resmi tiga film pendek ini berlangsung di CGV FX Senayan, Jakarta Selatan. Acara tersebut dihadiri sejumlah tim produksi, di antaranya sutradara Ambang Batas Nadina Habsjah, penulis naskah Amanda Simanjuntak, serta produser Adhytia Putra dan Mohammad Omar Aziz.
Ketiga film karya Playvul NYRA tersebut kini dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan cerita Indonesia yang tidak hanya berbicara kepada penonton lokal, tetapi juga memiliki isu yang dapat dipahami dan dirasakan masyarakat di berbagai belahan dunia.(Tka)
Baca juga:
Viral di YouTube dan TikTok, Film Pendek Sci-Fi 'Open Door' Bakal Diadaptasi Jadi Film Panjang
Sumber Foto: Tika Ayu/Merahputih.com