Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film

Kisah 7 pahlawan revolusi dalam peristiwa G30S/PKI. Foto: Dok. IMDb

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Film Pengkhianatan G30S/PKI menjadi salah satu karya sinema Indonesia yang hingga kini masih diperbincangkan setiap menjelang 1 Oktober.

Disutradarai Arifin C. Noer dan diproduksi Pusat Produksi Film Negara (PPFN) pada 1984, film ini mengangkat peristiwa Gerakan 30 September 1965 melalui sudut pandang yang sejalan dengan narasi resmi pemerintah Orde Baru.

Data perfilman Indonesia mencatat, film tersebut memiliki durasi 271 menit. Salah satu bagian penting dalam film tersebut adalah kisah penculikan dan kematian tujuh perwira TNI Angkatan Darat, yang ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.

Baca juga:

Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya

Lalu, enam di antaranya merupakan perwira tinggi TNI AD, sementara satu lainnya adalah perwira pertama, yakni Lettu Pierre A. Tendean.

Ketujuh tokoh tersebut ditemukan di sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Kemudian, mereka dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi.

Profil 7 Pahlawan Revolusi dalam Peristiwa G30S/PKI

Mengenal 7 pahlawan dalam peristiwa G30S/PKI
Mengenal 7 pahlawan dalam peristiwa G30S/PKI. Foto: Dok. IMDb

Berikut ini adalah tujuh tokoh pahlawan revolusi yang ditampilkan dalam film G30S/PKI:

1. Jenderal Ahmad Yani

Ahmad Yani merupakan salah satu tokoh militer penting yang menjadi bagian dari cerita film. Dalam kehidupan sebenarnya, ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sejak 1962.

Lahir di Jenar, Purworejo, pada 19 Juni 1922 silam, Ahmad Yani menempuh pendidikan militer sejak masa pendudukan Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, kariernya di dunia militer terus berkembang. Ia terlibat dalam berbagai operasi militer, termasuk penanganan pemberontakan DI/TII dan PRRI.

Pada film tersebut, kisah Ahmad Yani menjadi salah satu adegan penting ketika pasukan penculik mendatangi kediamannya. Sosok Ahmad Yani diperankan oleh Pramana Padmodarmaya.

2. Mayjen R. Soeprapto

Raden Soeprapto merupakan perwira tinggi TNI AD yang juga menjadi korban dalam peristiwa 1965. Ia lahir di Purwokerto pada 20 Juni 1920.

Sebelum memasuki dunia militer setelah kemerdekaan, Soeprapto sempat mengikuti pendidikan di Akademi Militer Kerajaan di Bandung. Pendidikan tersebut terhenti setelah pendudukan Jepang, kemudian bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan melanjutkan perjalanan karier militernya.

Pada film G30S PKI, Soeprapto termasuk tokoh yang diperlihatkan ditangkap dari kediamannya, kemudian dibawa oleh pasukan penculik. Sosoknya diperankan oleh A. Chalik Noor.

Baca juga:

Durasi Film G30S/PKI Tembus Lebih dari 4 Jam, Ternyata ini Alasan di Baliknya

3. Mayjen MT Haryono

Mas Tirtodarmo Haryono atau MT Haryono merupakan perwira tinggi TNI AD yang lahir di Surabaya pada 20 Januari 1924.

Berbeda dari sejumlah tokoh militer lainnya, Haryono sempat menempuh pendidikan kedokteran pada masa pendudukan Jepang.

Setelah itu, ia bergabung dengan TKR dan menjalani berbagai penugasan, termasuk menjadi Atase Militer RI di Belanda. Menjelang peristiwa 1965, ia menjabat sebagai Deputi III Menteri/Panglima Angkatan Darat.

Film tersebut menggambarkan Haryono sebagai salah satu perwira yang menjadi sasaran penculikan. Adegan di kediamannya menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang kemudian berujung pada Lubang Buaya. Tokoh MT Haryono diperankan oleh Bambang Sumpeno.

4. Mayjen S. Parman

Siswondo Parman atau S. Parman merupakan salah satu perwira tinggi TNI AD yang menjadi korban. Ia lahir di Wonosobo, Jawa Tengah, pada 4 Agustus 1918.

Parman memiliki pengalaman di bidang intelijen. Ia pernah dikirim ke Jepang untuk memperdalam pengetahuan mengenai intelijen, sebelum melanjutkan pengabdiannya kepada Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Pada film Pengkhianatan G30S/PKI, kisah penculikan S. Parman juga menjadi bagian dari rangkaian adegan yang memperlihatkan bagaimana sejumlah perwira dibawa menuju Lubang Buaya. Sosok S. Parman diperankan oleh Moertri Purnomo.

Baca juga:

Alasan Film 'Pengkhianatan G30S PKI' Selalu Dicari Menjelang 1 Oktober

5. Brigjen DI Panjaitan

Donald Ignatius Panjaitan atau DI Panjaitan lahir di Balige, Tapanuli, pada 9 Juni 1925. Ia telah mengenal dunia kemiliteran sejak masa pendudukan Jepang melalui pendidikan Gyugun.

Setelah Indonesia merdeka, Panjaitan ikut dalam pembentukan TKR dan kemudian menempati sejumlah posisi penting di lingkungan TNI AD. Menjelang akhir hayatnya, ia menjabat sebagai Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat.

Kisah DI Panjaitan termasuk salah satu bagian yang cukup dikenal dari film. Adegan di kediamannya memperlihatkan kedatangan pasukan penculik sebelum dirinya dibawa pergi. DI Panjaitan diperankan oleh Edward Hutapea.

6. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo Siswomiharjo merupakan perwira tinggi TNI AD yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 28 Agustus 1922.

Sebelum memasuki dunia militer, Sutoyo pernah menjadi pegawai negeri di Purworejo. Setelah Indonesia merdeka, ia bergabung dengan TKR bagian kepolisian, kemudian menjalani karier di lingkungan Polisi Militer.

Pada 1961, Sutoyo dipercaya menjadi Inspektur Kehakiman atau Oditur Jenderal Angkatan Darat. Dalam film, Sutoyo digambarkan sebagai salah satu perwira yang ditangkap dalam keadaan hidup dan dibawa menuju lokasi yang kemudian dikaitkan dengan Lubang Buaya.

Berbeda dari enam tokoh lainnya, identitas pemeran Sutoyo dalam film ini tidak tercatat secara jelas dalam sejumlah arsip dan sumber yang tersedia.

7. Lettu Pierre A. Tendean

Pierre Andreas Tendean menjadi satu-satunya perwira pertama di antara tujuh Pahlawan Revolusi yang ditampilkan dalam film.

Lahir di Jakarta pada 21 Februari 1939, Tendean merupakan lulusan Akademi Militer Jurusan Teknik. Pada April 1965, ia ditugaskan sebagai ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution yang saat itu menjabat Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata.

Pada peristiwa 1 Oktober 1965, Tendean menjadi korban karena kelompok penculik mengira dirinya sebagai Jenderal A.H. Nasution.

Sementara di film ini, rangkaian penculikan dan perlakuan terhadap Tendean menjadi salah satu adegan yang cukup menonjol. (Far)

#Pahlawan #G30S/PKI #Pengkhianatan G30S/PKI #Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Spider-Man: Brand New Day' Bakal Hadirkan Cuplikan Baru, Claire Temple Kembali?
Spider-Man: Brand New Day akan merilis cuplikan baru. Kabarnya, Claire Temple bakal muncul di cuplikan tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
'Spider-Man: Brand New Day' Bakal Hadirkan Cuplikan Baru, Claire Temple Kembali?
Lifestyle
Rekomendasi 8 Film untuk Melihat Tragedi 1965 dari Sisi Lain
Film-film ini bisa menjadi pilihan tontonan untuk memperluas perspektif dan melihat bagaimana peristiwa tersebut memengaruhi kehidupan banyak orang.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Rekomendasi 8 Film untuk Melihat Tragedi 1965 dari Sisi Lain
ShowBiz
Hulk Dikabarkan Muncul di 'Avengers: Doomsday', Russo Bersaudara Akhirnya Buka Suara
Hulk dikabarkan bakal muncul di Avengers: Doomsday. Russo bersaudara akhirnya buka suara soal kemunculan hero tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Hulk Dikabarkan Muncul di 'Avengers: Doomsday', Russo Bersaudara Akhirnya Buka Suara
ShowBiz
Film 'Game of Thrones: Aegon's Conquest' Tayang 1 Juni 2029, ini Sinopsisnya
Film Game of Thrones: Aegon's Conquest bakal tayang 1 Juni 2029. Film ini mengisahkan penaklukan Westeros oleh Raja Aegon I Targaryen.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Film 'Game of Thrones: Aegon's Conquest' Tayang 1 Juni 2029, ini Sinopsisnya
Indonesia
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
Sebanyak tujuh pahlawan revolusi gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Kisahnya pun diangkat ke dalam film.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
Lifestyle
Alasan Film 'Pengkhianatan G30S PKI' Selalu Dicari Menjelang 1 Oktober
Film garapan Arifin C Noer tersebut seolah memiliki tempat tersendiri dalam ingatan publik, terutama menjelang 1 Oktober.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Alasan Film 'Pengkhianatan G30S PKI' Selalu Dicari Menjelang 1 Oktober
ShowBiz
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Sinopsis film Pengkhianatan G30S/PKI menceritakan tentang penculikan jenderal hingga peristiwa Lubang Buaya.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Indonesia
Durasi Film G30S/PKI Tembus Lebih dari 4 Jam, Ternyata ini Alasan di Baliknya
Film G30S PKI memiliki durasi yang sangat panjang, yaitu 4 jam 31 menit. Namun, ada alasan di balik panjangnya durasi tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Durasi Film G30S/PKI Tembus Lebih dari 4 Jam, Ternyata ini Alasan di Baliknya
Indonesia
Sejarah Kelam Gerakan 30 September PKI, 3 Jenderal Dibunuh di Rumah
Menurut catatan sejarahnya, pemberontakam ini terjadi pada 30 September 1965 yang diinisiasi partai politik terbesar saat itu, Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Sejarah Kelam Gerakan 30 September PKI, 3 Jenderal Dibunuh di Rumah
Lifestyle
1 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila
1 Oktober hari apa? Simak sejarah Hari Kesaktian Pancasila 2026, tema, makna, dan apakah 1 Oktober termasuk tanggal merah.
ImanK - Rabu, 30 September 2026
1 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Makna Hari Kesaktian Pancasila
Bagikan