MerahPutih.com - Bagi penonton yang baru mengenal Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI, salah satu hal yang cukup mencolok adalah durasinya.
Film yang lebih populer dengan sebutan Pengkhianatan G30S/PKI tersebut memiliki durasi 271 menit atau sekitar 4 jam 31 menit dalam versi yang beredar.
Durasi tersebut membuat film arahan Arifin C. Noer ini jauh lebih panjang dibandingkan film layar lebar pada umumnya.
Namun, panjangnya durasi bukan tanpa alasan. Film yang dirilis pada 1984 tersebut memang dirancang untuk menceritakan rangkaian peristiwa yang panjang, dengan banyak tokoh dan lokasi yang saling berkaitan.
Baca juga:
Peringatan G30S/PKI Setiap 30 September, 20 Ucapan untuk Mengenang Tragedi Sejarah Indonesia
Kenapa Durasi Film G30S PKI Lebih dari 4 Jam?
Berikut ini adalah penjelasan mengapa durasi film G30S PKI lebih dari empat jam:
1. Bukan Sekadar Menceritakan 1 Malam
Meski judulnya merujuk pada Gerakan 30 September 1965, alur film tidak hanya berpusat pada malam ketika gerakan tersebut berlangsung.
Cerita dimulai dengan menggambarkan situasi politik dan sosial Indonesia sebelum peristiwa 30 September. Film kemudian bergerak menuju ketegangan di lingkungan pemerintahan dan militer, penculikan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat, peristiwa di Lubang Buaya, hingga perkembangan setelahnya.
Melihat cakupan cerita seperti itu, film tersebut membutuhkan waktu untuk memperkenalkan banyak tokoh sekaligus menunjukkan hubungan di antara mereka.
Sejumlah perwira seperti Ahmad Yani, R. Soeprapto, MT Haryono, S. Parman, DI Panjaitan, Sutoyo Siswomiharjo, dan Pierre Tendean menjadi bagian penting dari alur.
Sedangkan di sisi lain, film ini juga menampilkan tokoh politik dan militer lainnya, seperti Soekarno, Soeharto, DN Aidit, serta sejumlah tokoh yang berada di sekitar peristiwa tersebut.
Artinya, cerita yang dibangun bukan hanya mengenai satu kejadian, melainkan rangkaian peristiwa yang oleh film ditempatkan sebagai satu kesatuan.
2. Dibuat sebagai Dokudrama
Salah satu kunci untuk memahami durasinya adalah bentuk film tersebut. Pengkhianatan G30S/PKI merupakan dokudrama yang menggabungkan unsur drama dengan materi yang dimaksudkan untuk merekonstruksi peristiwa sejarah.
Film ini disutradarai Arifin C. Noer dan ditulis bersama Nugroho Notosusanto, serta diproduksi oleh Perum Produksi Film Negara (PPFN).
Lalu, film tersebut diproduksi selama sekitar dua tahun. Dikarenakan berusaha membangun kembali peristiwa melalui adegan dramatis, film tidak hanya mengandalkan dialog singkat atau narasi.
Banyak bagian diperlihatkan melalui adegan yang berlangsung cukup panjang, mulai dari percakapan antartokoh, suasana di rumah para perwira, pergerakan pasukan, hingga situasi setelah penculikan. Pendekatan semacam ini ikut membuat keseluruhan film terasa panjang.
Baca juga:
Sejarah Kelam Gerakan 30 September PKI, 3 Jenderal Dibunuh di Rumah
3. Memberi Ruang untuk Banyak Tokoh dan Peristiwa
Film tersebut juga memiliki banyak karakter yang harus diperkenalkan kepada penonton. Masing-masing tokoh tidak sekadar muncul dalam satu adegan, tetapi ditempatkan dalam rangkaian cerita yang menghubungkan situasi sebelum, selama, dan setelah 30 September 1965.
Selain itu, film memperlihatkan berbagai lokasi yang berkaitan dengan alur cerita, termasuk kediaman sejumlah perwira, kawasan militer, Istana, dan Lubang Buaya.
Struktur cerita yang berpindah dari satu tokoh ke tokoh lainnya membuat film membutuhkan ruang yang lebih besar dibandingkan jika hanya mengikuti satu karakter utama.
4. Ada Bagian Arsip dan Materi Dokumenter
Durasi panjang juga berkaitan dengan penggunaan materi dokumenter. Bagian akhir film, khususnya sekitar sepuluh menit terakhir, menggunakan kembali sejumlah rekaman arsip dan kliping koran yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Penggunaan materi semacam itu membuat film tidak sepenuhnya berjalan seperti drama fiksi biasa. Rekonstruksi adegan bercampur dengan materi arsip untuk membangun kesinambungan cerita sekaligus memberikan kesan dokumenter.
Baca juga:
Dari Penumpas G30S PKI hingga Pahlawan Nasional: Jejak Perjuangan Sarwo Edhie Wibowo
Mengapa Film G30S PKI Tidak Dipotong Lebih Pendek?
Pertanyaan mengenai durasi menjadi menarik karena film tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan.
Pengkhianatan G30S/PKI dibuat pada masa Orde Baru dan didasarkan pada versi resmi pemerintah saat itu mengenai Gerakan 30 September. Sejumlah sumber menyebut bahwa film tersebut diproduksi PPFN dan disponsori pemerintah Orde Baru.
Kemudian, film juga menjadi bagian dari cara negara pada masa tersebut menyampaikan narasi mengenai peristiwa 1965.
Sejumlah sumber sejarah dan kajian film mencatat, bahwa film tersebut merepresentasikan versi resmi pemerintah Orde Baru mengenai peristiwa tersebut.
Melalui konteks tersebut, durasi yang panjang dapat dipahami sebagai bagian dari upaya film membangun narasi sejarah secara luas dan rinci dari sudut pandang yang dipilih pembuatnya. (Far)