MerahPutih.com - Synchronize Fest 2026 memasuki tahun ke-11 dengan membawa gagasan untuk kembali pada akar. Namun, kembali ke akar bagi festival musik tersebut bukan berarti mengulang apa yang telah dilewati.
Bagi Synchronize Fest, gagasan tersebut menjadi upaya untuk menjaga semangat yang dibangun sejak awal agar tetap hidup di tengah perubahan generasi.
Penonton Synchronize Fest saat ini memiliki kebiasaan yang berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Generasi baru hadir dengan cara masing-masing dalam mendengarkan, menemukan, dan membicarakan musik.
Karena itu, tahun ke-11 menjadi momentum bagi David Karto, Director Synchronize Fest, untuk kembali mengingat gagasan utama yang menjadi fondasi festival.
Berselang 10 tahun, kami mengangkatnya kembali sebagai pengingat bagi generasi yang lebih muda (gen-z) tentang alasan Synchronize Fest ini dibuat. Dengan musim baru, dan semangat yang mengakar,
Director Synchronize Fest, David Karto.
Delapan Panggung dengan Karakter Berbeda
Seluruh penampil Synchronize Fest 2026 akan tersebar di delapan panggung, yakni Dynamic Stage, District Stage, Forest Stage, XYZ Stage, Gigs Stage, Oleng Upuk, RedWhite Jazz Lounge, dan Panggung Getarrr.
Masing-masing panggung memiliki karakter, pendekatan, serta ekosistem musik yang berbeda.
Tahun ini, Gigs Stage dikurasi oleh Krapela, ruang modular kreatif yang berlokasi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sekaligus menjadi wadah bagi berbagai jenis acara.
Edisi kali ini menjadi debut Krapela sebagai kurator di Synchronize Fest. Sejumlah penampil yang akan hadir adalah Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Det-Plag Lust, Dirty Dogs Aggression, Gnarly Club, Jo Soegono, Mad Madmen, Masakre, Of Wax, Passive Income, Patras, Peron, Quest, Rantau, Remuk, dan Sunne*.
Baca juga:
Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Kurasi, Gandeng Empat Entitas Musik
Oleng Upuk Hadirkan Beragam Eksplorasi Musik
Sementara itu, LaMunai Records dipercaya mengisi kurasi Oleng Upuk.
Sejumlah nama yang akan tampil di panggung tersebut antara lain Aneka Nada Selekta, Bagvs, Cristal no. 5, Dangerdope, Danny, Disko Tanah: DJ Desa X Fahmy Fay (Toton Caribo, Jacson Zeran, Ecko Show), Habibi Funk, Dizkorea, Prontaxan: Is The Best, Jiwa Jiwa, Kenya, Lamunai Music Services, Mantasticmate X Muztang (Javabass Soundsystem), Noirlab, Pak Kardiman, PNNY, Poppin Class, Dub Container, Radio Rumah Oma, SingSing Berk Karaoke, Uda Sjam, Walearic, Wicker Basket, Quirk it!, hingga penampilan khusus Dipha Barus: Pop Samping.
Panggung Getarrr Perluas Eksplorasi Musik Orkes
Panggung Getarrr kembali berada di bawah kurasi kolektif Kobra Musik yang dipimpin Dado Darmawan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, panggung ini membawa semangat musik orkes yang tumbuh dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah perkembangan musik orkes di Panggung Getarrr mendapatkan perhatian lebih luas, edisi tahun ini memperluas eksplorasi gendang dan membawanya ke berbagai bentuk musik.
Deretan penampil yang akan hadir mencakup Babaloman, Clever Moose, Deandra Nadira, El Karmoya, Kelalawar Malam, Maria Tambun, Santet, OM PMR, Olsam, OM New Eleng, Orkes Bagong Februari, Orkes Ndugal NDGJ, Orkes Nunung CS, Orkes Trotoar, OT The Hendrix, Sukses Lancar Rejeki, Symphoni Polyphonic Geng Format Black Sabar, dan Tahlilan.
RedWhite Jazz Lounge Hidupkan Kembali Semangat Ruang Jazz
Salah satu ruang dengan pendekatan berbeda tahun ini adalah RedWhite Jazz Lounge.
RedWhite sebelumnya dikenal sebagai salah satu ruang yang memiliki peran dalam perkembangan musik jazz di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sekitar 2011.
Synchronize Fest kemudian menghadirkan kembali semangat ruang tersebut melalui kurasi Indra Lesmana.
RedWhite Jazz Lounge tidak sekadar dirancang sebagai panggung jazz dalam format konvensional. Di dalamnya terdapat berbagai agenda seperti jam session, live session, DJ set, talkshow, hingga games.
Beberapa nama yang akan mengisi ruang tersebut antara lain LLW, Littlefingers, Song Brothers, EQ Puradiredja, Gerald Situmorang, Kenny Gabriel, Greybox, Bergas, dan Teza Sumendra.
Bagi David, kemunculan kembali RedWhite juga menjadi bagian dari upaya membaca kembali perjalanan sejarah jazz Indonesia melalui perspektif generasi masa kini.
Baca juga:
Masuki Tahun ke-11, Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Musik hingga Gerakan Lingkungan
Pertemukan Musisi Lintas Generasi dan Genre
Selain panggung-panggung dengan kurasi khusus, Synchronize Fest 2026 juga mempertemukan musisi dari beragam genre dan generasi.
Sejumlah nama yang akan tampil antara lain Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Alkateri: Expanded Session, Ayu Ting Ting, Bernadya, Hindia, .Feast, Rizky Febian & Mahalini, Souljah, Wali, Duo Maia, Endank Soekamti, The Adams, J-Rocks, Nadhif Basalamah, dan Vierratale.
Deretan tersebut menjadi bagian dari keseluruhan wajah Synchronize Fest 2026 yang mempertemukan berbagai wilayah, generasi, genre, dan skena musik Indonesia dalam satu ruang perayaan. (Far)