Petani Rugi Besar Akibat Banjir

Sabtu, 14 Oktober 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Sejumlah petani sayur di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengatakan merugi besar akibat banjir yang melanda wilayah itu pada Sabtu (14/10) dini hari.

"Dipastikan dua musim panen berturut ini, petani merugi karena gagal panen," kata Ny Nova, salah seorang petani di wilayah Malaya, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Sabtu (14/10).

Nova mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah mereka selama dua kali dalam seminggu ini telah mengakibatkan selain banyak rumah penduduk terendam banjir, juga lahan perkebunan.

Dalam kondisi banjir seperti sekarang itu, dipastikan kami tidak bisa dipanen. "Dan itu berarti petani merugi besar," kata dia.

Untuk menghindari agar sayuran tidak mati, lebih bagus dibiarkan saja tidak dipanen. Lebih baik, kata dia, menunggu sampai air benar-benar surut baru bisa dipanen. "Berarti butuh waktu cukup lama. Paling tidak dua kali masa panen berakhir baru dipanen lagi," kata dia.

Kebanyakan petani di wilayah itu, kata dia, sangat bergantung dengan hasil panen sayur. "Kami bisa menyekolahkan anak dari hasil kebun kangkung," kata dia.

Selama ini, hasil panen petani dijual ke pasar-pasar tradisional dan modern di Kota Palu.

Hingga berita ini diturunkan, banyak rumah warga di wilayah Malaya masih terendam banjir. Termasuk di antaranya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Jaya Palu. (*)

Sumber: ANTARA

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan