MerahPutih.com - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera meresmikan pembangunan 1.300 unit hunian sementara (huntara) di delapan kabupaten dan kota terdampak bencana di Sumatera pada Kamis (5/2).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, peresmian hunian sementara tersebut dilakukan mewakili Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.
Hunian sementara diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang, sehingga tidak dapat lagi ditempati dalam waktu dekat.
Ia menegaskan, penyediaan hunian sementara merupakan bagian dari skema perlindungan dasar agar warga tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.
Baca juga:
Pembangunan Hunian Sementara di Sumatera Barat Difokuskan di 4 Lokasi, Berikut Daftarnya
Pemerintah pusat menargetkan pembangunan hunian sementara dapat mengurangi risiko kesehatan dan sosial akibat pengungsian berkepanjangan.
Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal layak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.
"Pengungsi berangsur-angsur berkurang sampai ke angka 106 ribu dalam keadaan kita saat ini," ujarnya.
Adapun dari 1.300 unit hunian sementara itu tersebar:
- Kabupaten Tapanuli Selatan, 250 unit
- Tapanuli Utara 40 unit
- Tapanuli Tengah, 112 unit
- Aceh Tamiang Aceh, 58 unit,
- Aceh Timur Aceh, 308 unit,
- Aceh Utara Aceh, 84 unit
- Pidie Jaya, 410 unit,
- Tanah Datar 38 unit.