Pesisir Muara Baru Dibersihkan, DLH DKI Targetkan Angkut 200 Ton Sampah

Senin, 19 Januari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah mengangkut 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Penanganan sampah tersebut dilakukan secara intensif sejak Jumat (16/1).

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, proses pengangkutan dilakukan secara bertahap dengan peningkatan intensitas setiap harinya. Pada hari pertama, petugas berhasil mengangkut 35 ton sampah, disusul 25 ton pada hari kedua. Jumlah tersebut meningkat signifikan pada hari ketiga, Minggu (18/1), dengan total 77 ton sampah terangkut.

“Penanganan dilakukan secara intensif dan bertahap dengan penguatan personel serta sarana pendukung,” ujar Asep, Senin (19/1).

Pada hari ketiga, DLH DKI memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit excavator, serta dua unit perahu karet. Proses pengangkutan juga didukung berbagai alat bantu seperti alat pelindung diri (APD), serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah guna mempercepat pemindahan material.

Baca juga:

Pramono Ambil Alih Tanggul Bocor Muara Baru Agar Jakarta Tak 'Tenggelam' Walau Bukan Tugas Pemprov DKI

Selain itu, DLH DKI menerapkan metode khusus berupa pemasangan sekatan dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu. Sekatan tersebut berfungsi menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke perairan yang lebih luas, sekaligus mempermudah proses pengumpulan dan pemuatan ke armada angkut.

Ke depan, DLH DKI akan memperkuat sekatan secara lebih permanen di seluruh zona serta menyiapkan armada cadangan, terutama saat terjadi hujan.

“Target kami, sterilisasi kawasan Muara Baru dapat diselesaikan dalam lima hari, dengan total sampah terangkut diperkirakan melebihi 200 ton sejak hari pertama penanganan,” jelas Asep.

Baca juga:

Tinjau Tanggul Muara Baru, Pramono Bakal Prioritaskan Banjir Rob di Pesisir Jakarta

Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk turut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke badan air dan kawasan pesisir. Menurutnya, sampah yang masuk ke laut dan saluran air tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memperberat upaya penanganan serta berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.

“Menjaga kebersihan perairan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberlanjutan lingkungan pesisir Jakarta,” tutup Asep. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan