Pesisir Muara Baru Dibersihkan, DLH DKI Targetkan Angkut 200 Ton Sampah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau tanggul Muara Baru, Senin (8/12). Foto: Dok. Pemprov DKI
MerahPutih.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah mengangkut 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Penanganan sampah tersebut dilakukan secara intensif sejak Jumat (16/1).
Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, proses pengangkutan dilakukan secara bertahap dengan peningkatan intensitas setiap harinya. Pada hari pertama, petugas berhasil mengangkut 35 ton sampah, disusul 25 ton pada hari kedua. Jumlah tersebut meningkat signifikan pada hari ketiga, Minggu (18/1), dengan total 77 ton sampah terangkut.
“Penanganan dilakukan secara intensif dan bertahap dengan penguatan personel serta sarana pendukung,” ujar Asep, Senin (19/1).
Pada hari ketiga, DLH DKI memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit excavator, serta dua unit perahu karet. Proses pengangkutan juga didukung berbagai alat bantu seperti alat pelindung diri (APD), serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah guna mempercepat pemindahan material.
Baca juga:
Selain itu, DLH DKI menerapkan metode khusus berupa pemasangan sekatan dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu. Sekatan tersebut berfungsi menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke perairan yang lebih luas, sekaligus mempermudah proses pengumpulan dan pemuatan ke armada angkut.
Ke depan, DLH DKI akan memperkuat sekatan secara lebih permanen di seluruh zona serta menyiapkan armada cadangan, terutama saat terjadi hujan.
“Target kami, sterilisasi kawasan Muara Baru dapat diselesaikan dalam lima hari, dengan total sampah terangkut diperkirakan melebihi 200 ton sejak hari pertama penanganan,” jelas Asep.
Baca juga:
Tinjau Tanggul Muara Baru, Pramono Bakal Prioritaskan Banjir Rob di Pesisir Jakarta
Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk turut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke badan air dan kawasan pesisir. Menurutnya, sampah yang masuk ke laut dan saluran air tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memperberat upaya penanganan serta berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.
“Menjaga kebersihan perairan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberlanjutan lingkungan pesisir Jakarta,” tutup Asep. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pesisir Muara Baru Dibersihkan, DLH DKI Targetkan Angkut 200 Ton Sampah
1.790 Pasukan Orange Disiagakan Angkut Sampah Bekas Banjir
DLH DKI Turunkan Truk Destroyer dan Ribuan Petugas Demi Jakarta Bersih Sebelum Matahari Terbit
3.845 Petugas Kebersihan disiagakan di Jakarta Angkut Sampah Malam Tahun Baru 2026
Sampah dalam Perayaan Malam Tahun Baru 2026 Diperkirakan Menurun, Dinas LH DKI Tetap Kerahkan 3.395 Petugas Kebersihan
Sopir Dinas LH Meninggal Kelelahan Antre, Pemprov DKI Rombak Jadwal Pembuangan Sampah di Bantar Gebang
Tanggul NCICD Ancol Barat Hampir Rampung, Pramono Targetkan Jakarta Utara Bebas Banjir Rob
Pemprov DKI Ajak Warga Dukung Pengoperasian RDF Rorotan untuk Kurangi Beban TPST Bantargebang
Sopir Truk Sampah Meninggal, Kepala Dinas LH DKI Diminta Bertanggung Jawab
Gubernur Pramono Minta Perbaikan Tanggul Jakarta Dipercepat, Libatkan Banyak Kementerian